Art to Merchandise Workshop

Hai! Saya minta maaf karena baru sempat menulis blog lagi dikarenakan kesibukan dirumah menyambut natal dan tahun baru. Sebenarnya workshop Art to Merchandise ini tanggal 5 Desember 2015 kemarin di Hello2madison. Partner kerja saya tiba-tiba whatsaap tentang acara ini dan akhirnya kami memutuskan untuk ikut karena temanya cocok dengan usaha yang sedang kami jalankan yang memang ingin lebih berfokus ke product meskipun tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke hal lain. Ternyata kami daftar mepet dengan pendaftaran akan ditutup tetapi untungnya kami dapat kursi untuk ikut workshop.

2MADISON-Dec-05--From-Art-to-Merchandise--by-Diela-Maharanie-dan-Prasajadi-Heru-31
image source : http://www.lakako.com

Mentor untuk workshop ini ialah Mbak Diela Maharani dan Prasajadi Heru, untuk para ilustrator mungkin tidak asing dengan kedua nama ini hehhehe. Sesuai dengan temanya, workshop ini lebih menekankan bagaimana menuangkan sebuah seni yang dikemas dalam produk yang digunakan sehari-hari, ada sharing juga tentang pemasaran dan proses kreatif yang selama ini sudah dilakukan oleh Mbak Diela dan Mas Pras.

SAM_2245

SAM_2246

Tempat workshop kami di lantai 3 Hello2madison. Ketika kami datang, tempat sudah diisi dengan meja, kursi, kuas, notebook, pouch, dan tentunya snack. Kebetulan yang lebih banyak datang ke workshop adalah wanita, partner kerja saya cuma laki-laki satu-satunya yang ikut tentunya dengan salah satu mentor mas pras saja yang laki-laki hehehehe :D.

SAM_2247

Sesi pertama worshop tentunya penjelasan tentang seni lukis atau illustrasi bisa dijadikan produk apa saja sih. Ada yang bisa jadi tas, notebook, fashion product dan juga produk interior seperti bantal, kursi, sofa dll. Kemudian dari kedua mentor mensharingkan pengalaman mereka dalam membuat produk kreatif, bagaimana memasarkan sendiri produk karya kita atau bisa juga kita menitipkan ke art galeri tentunya seperti Catalyst Art atau Kopi Keliling (yang sudah pernah saya tulis di blog ini juga) dengan penyeleksian dan agreement fee yang disepakati. Kemudahan media digital dan lifestyle manusia sekarang yang tidak bisa jauh dari gadget sangat mempengaruhi perkembangan dunia seni dan ilustrasi, setidaknya dengan adanya instagram dan path lebih banyak illustrator yang bisa menawarkan jasa dan produk ke masyarakat.

“Saya waktu itu mulai dengan sesuatu hal/produk yang saya sendiri ingin kemudian baru beberapa teman dekat mulai memesan.” D.M

Mungkin banyak dari para seniman atau illustrator yang bertanya awalnya, karya seni saya mau di jadikan produk apa ya? memangnya kalo saya buat produk ini akan ada yang beli? Itu pertanyaan awal saya ketika memulai usaha, saya dan partner kerja saya sempat bingung ini mau buat apa ya ke depannya. Project pertama kami adalah kartu, pembatas buku dan notebook dengan tema wisuda karena event yang dekat waktu itu wisuda, memang kami hanya jual ke beberapa teman dan grup di whatsaap dan line, kami bersyukur ada yang membeli meski tidak begitu banyak sampai akhirnya kami dapat pesanan kartu custom, portfolio band, dan keperluan event. Mbak Diela sendiri sempat sharing awalnya dia membuat sesuatu murni untuk keperluan personalnya saja sampai dapat pesanan dari teman dekatnya.

Mulailah dari sesuatu yang memang kalian inginkan secara personal dan mungkin orang lain menginginkan hal itu.

Salah satu peserta workshop juga sempat menanyakan, sampai ditahap apa Mbak Diela menemukan style gambarnya sendiri. Mbak Diela sempat menceritakan awalnya dia latihan menggambar terus sampai akhirnya yang digambar wanitanya berciri khas tertentu, sering memakai warna tertentu dan sebagainya, pasti ada satu titik akan sadar style gambarnya kita sendiri dan yang terpenting latihan terus menerus :). Peserta yang lain juga ada yang bertanya, bagaimana untuk menetapkan harga produk kita, kan kalau Mbak Diela mungkin pede menetapkan harga karena sudah punya nama tetapi kalau kami yang masih belum di kenal mungkin susah dan banyak komentar “kok mahal amat sih kan tas begitu paling cuma berapa puluh ribu?” dan sebagainya. Di situ kami di tekankan jangan takut untuk memberikan harga untuk hasil karya kita, harga tentunya sudah termasuk untung, biaya produksi, biaya transport kalau ada. Intinya sih jangan takut, karena pembeli bukan hanya membeli karya seni tetapi juga jasa dan produksi, toh masalah selera bagus atau tidak, balik lagi selera itu beda-beda setiap orangnya.

Setelah penjelasan dan sharing panjang lebar mulai deh kami melukis di sampul notebook yang memang khusus dibuatkan untuk dilukis dan pouch dari kanvas yang bisa dilukis juga :D. Cat yang kami gunakan merupakan cat Arcylic, katanya jika pouchnya di cuci tidak akan luntur karena pakai cat arcylic.

SAM_2255 edit

SAM_2256 edit

Bagi yang ingin mencoba melukis dengan cat arcylic disarankan hati-hati ketika mem-blend catnya yang dicampur dengan air karena cat aryclic agak kental tidak seperti cat watercolour. Hasil karya saya yang atas, gambar seorang gadis sedang menanam, sedangkan yang bawah adalah gambarnya K (partner kerja saya). Saya agak belepotan ketika mencoba melukis dengan cat arcylic, sedangkan temen saya lebih jago mem-blendnya :p. Selesai kelas kami foto bersama dengan mentor dan peserta lainnya. Kami juga sempat foto bersama dengan mentor.

SAM_2262 edit

Bagi yang belum pernah ke Hello2madison, tempat ini tidak hanya untuk workshop lho tetapi juga menjual furniture untuk interior, art merchandise, dan di lantai paling bawah ada cafe kecil untuk minum dan makan-makan cantik.

Lantai dua lebih banyak dengan keperluan interior seperti bantal, sofa, kursi dan sebagainya. Kalau kalian seperti saya yang memang suka dengan dunia illustrasi, seni dan ruang (karena basic saya Arsitektur) akan betah baget keliling liat-liat disini, rasanya pengen dibeliin satu-satu barang-barangnya hehehehe.

Lantai pertama lebih banyak pajangan produk artwork, tas, pouch dan juga ada cafe untuk bersantai. Kami sempat makan di area cafe karena workshop hampir seharian jadi peserta tetap mendapat makan siang. Kami malah jadi lama pulang karena kelamaan lihat-lihat barang dan art merchandise.

Bagi yang penasaran tempat Hello2madison atau yang ingin kesana untuk belanja atau hang out di cafenya, Hello2madison ada di Promenade 20 Building jl.Bangka Raya 20 Kemang. Sekali lagi, ini bukan pesan sponsor lho ya, murni karena saya ikut workshop disana.

Selamat menjelang Tahun Baru guys! 🙂

Advertisements

Kopi Keliling 2015

Halo! Saya sempat berhenti update blog karena beberapa hari yang lalu saya jatuh sakit sehingga saya harus istirahat sekitar 3-4 hari karena demam. Akhirnya setelah agak merasa sehat saya lanjut lagi untuk menulis blog. Sebelumnya, saya sudah pernah menceritakan pengalaman saya ke Catalyst Art di blog ini, dan ternyata sebulan yang lalu saya mendapat email dari kopi keliling berupa info adanya pameran dan bazaar art di KunCit pada tanggal 29-30 November 2015. Saya sangat tertarik untuk datang, karena dilihat dari notif email lebih banyak yang berpartisipasi di pameran ini dan juga tidak hanya pameran seni tetapi juga ada stand-stand kopi disana.

Saya berangkat dari rumah agak siang dan karena sabtu macet sekali terutama daerah kuningan saya telat sampe 1,5 jam. Ada tiga spot di Kuncit yang menjadi area pameran kopi keliling, satu untuk bazaar karya seni, satu lagi khusus workshop, dan satu lagi untuk stand kopi dan beberapa karya seni. Ketika saya kesana, masih sepi pamerannya, mungkin karena hari pertama jadi pengunjung belum banyak yang datang.

Tujuan utama saya datang memang karena suka dengan artwork dan produk lokal seniman indonesia, biasanya saya bisa lihat-lihat sambil nanya bahan apa yang dipakai, bagaimana cara membuatnya, saya juga suka kenalan dengan seniman-seniman muda. Berhubung saya juga sedang membangun usaha dalam bidang grafis jadi lumayan bisa banyak belajar dan bisa melihat karya seni orang lain yang macam-macam bentuknya.

P1040607

Tiket masuk untuk pameran yaitu Rp. 25.000,- untuk satu orang dan tiket bisa di tukarkan dengan kopi yang ada di spot pameran selanjutnya.

P1040567

P1040568

Waktu pertama kali masuk ke pameran langsung warna warni muncul dari produk yang di pajang oleh pemilik stand. Barang-barang yang djual juga beragam dari boneka, tas, artwork, keramik dan lain-lain.

MY FAVORITE LIST AND WHAT I BOUGHT

Here is, my favorite stands! Beberapa dari stand ini berhasil membuat saya tidak bisa menahan diri untuk tidak beli hehehe.

P1040597

P1040598

@deraumade

P1040600

@aufag

P1040569

@obie_id

P1040586

@maskrib

P1040570

@nengirene

P1040589

@sarkodit

COFFEE AT THE END

Setelah seharian saya menjelajah bazaar dan membeli beberapa artwork, saya pergi ke spot terakhir pameran dimana ada beberapa stand kopi sudah siap menawarkan kopi racikan mereka.

P1040606

Tiket pameran bisa di tukar dengan se-cup kopi, bahkan panitia menyiapkan stiker supaya gelas cup kopi bisa dihias sesuka hati kita.

SquareMaker_20151130102927489SquareMaker_20151130154656215

Ada yang pergi ke pameran kopi keliling? feel free to share your own favorite stands 🙂

My Anxiety Box and Me

Rasanya lumayan cukup lama gak update blog lagi. Saya ingin share cerita tentang salah satu pengalaman yang saya alami beberapa minggu yang lalu dimana saya sedang iseng-iseng liat instagram dan ketemulah dengan instagramnya maubelajarapa ( ig : @maubelajarapa). Bagi yang belum tau tentang maubelajarapa, maubelajarapa adalah majalah dan direktori kursus pendidikan online di Indonesia (kamu bisa lihat keterangan lebih lengkap di facebook maubelajarapa, instagram dan situs web). Jadi di maubelajarapa ini, kamu bisa cari jadwal workshop yang kamu ingin ikuti. Waktu itu pas banget saya melihat ada jadwal workshop yang saya sangat tertarik untuk datang yaitu Learn The Art of Inxiety (Act of Release) Through Drawing by Lingkaran. 

Workshop ini diadakan oleh lingkaran. Apa itu lingkaran? Lingkaran is an alternative education community that transform creative-passionate into creativepreneurs through learning and opportunity in design, technology, and businesses (sumber : web lingkaran.co). Nah lingkaran sering mengadakan banyak workshop yang bisa kamu ikuti dan bisa dilihat jadwalnya di instagram ( ig : @lingkaran.co), facebook dan situs webnya.

Saya suka ikut workshop jika ada waktu dan dananya mencukupi. Saya berpendapat bahwa belajar itu akan selalu menjadi bagian dari hidup, bahkan sampai tua pun jangan kehilangan rasa ingin belajar sesuatu yang baru dan rasa ingin terus berkembang di bidang apapun itu. Mungkin banyak yang bertanya kenapa tidak ambil les atau kursus saja jika memang ingin belajar. Alasannya tentu karena tema workshop sangat beragam, dan belum tentu ada les/kursus khusus dengan tema beragam dan harga terjangkau tetapi jika memang menemukan les dengan metode dan cara pembelajaran yang baik sih sah sah saja. Alasan kedua ya workshop lebih menawarkan metode pembelajaran yang luas tergantung pengembangan dari mentornya serta lebih langsung praktek saat itu juga dan hal ini sangat berbeda dengan tipe mengajar sekolah di kelas dimana ada murid dan guru, kesannya sangat kaku. Alasan yang ketiga tentu karena suka menggambar dan karena aku sudah mulai sadar punya kecemasan yang berlebihan.

Learn The Art of Inxiety (Act of Release) Through Drawing by Lingkaran dengan mentor Lalabohang ( ig: @lalabohang). Mbak lala ini merupakan salah satu ilustrator yang dikenal, dengan gaya khas gambar dengan tinta serta gambarnya yang serba hitam putih. Kebetulan saya datang sekitar 15 menit lebih awal di tempat workshop. Tempat workshop berada di conclave, daerah jakarta selatan. Berikut foto tempat workshop.

lantai 1
lantai 1
IMG_20150425_180102 b
lantai 2 menuju ruang workshop
perpustakaan
perpustakaan

Tempat workshopnya jujur bikin saya betah ahahaha, rasanya ga mau balik cepet-cepet. Sebelum masuk harus lapor ke petugas di lantai satu karena masuknya menggunakan kartu dan ditukar sementara dengan KTP, jadi bisa dibilang gak sembarang orang bisa lalu lalang di dalam tempat workshop tanpa sepengetahuan petugas. Nah, tempat conclave ini juga sering dijadiin tempat untuk mengerjakan tugas bersama, tugas kelompok, atau pekerjaan pribadi dengan dikenakan tarif perjam.

Balik lagi ke workshop dengan mbak lala, saya lebih cepat datang jadi sempat mengobrol dengan mbak lala, kebetulan background kami sama yaitu sama-sama lulusan dari Arsitektur dengan beda Universitas, jadi sempat sharing dan cerita kehidupan setelah lulus dari kampus. Workshop akhirnya dimulai setelah cukup menunggu beberapa orang yang belum hadir. Pada awal workshop, mentor sempat presentasi awal tentang apa sebenarnya Anxiety, dan tentang banyak seniman yang menjadikan karya mereka sebagai terapi bagi diri mereka sendiri untuk melepas kecemasan dan masa-masa buruk yang mereka lalui. Mbak lala juga sempat menjelaskan beberapa teknik dengan menggunakan tinta dan kuas untuk menggambar.

Anxiety sebenarnya sangat wajar, semua org punya kecemasannya masing-masing, dan wanita sangat memiliki natur untuk dapat cemas berlebih dan hal itu masih dalam batas kewajaran. Setelah dipikir-pikir bener juga sih, dan terbukti dari peserta workshop saat itu 100 % adalah wanita. Menurutk saya, wanita lebih banyak mendapat tuntutan dibanding kaum pria, misal jika umur sudah mendekati 25an atau 30an kaum wanita lebih banyak dapat gunjingan tentang mengapa belum menikah dan setelah menikah pun punya anak jadi suatu hal yang digunjingkan society, image dunia kecantikan pun lebih bisa mempengaruhi wanita untuk cemas dari segi fisik untuk dibanding-bandingkan, sedangkan pria sepertinya tidak terlalu ditekan dengan berbagai beban ini meski mungkin ada beban lain yang mungkin tidak kaum wanita rasakan. Banyak aspek yang membuat wanita lebih wajar untuk cemas berlebih dan tentunya itu akan membuat kita jadi lebih memahami kenapa seorang ibu itu cerewet dan sering cemas, jadi bagi kaum pria, semoga anda-anda lebih bisa menghargai wanita.

Setelah presentasi dari mentor, kami disuruh mengambil kertas yang sudah dibagi ke beberapa bagian dengan label macam-macam anxiety. Kami disuruh menggambar apa yang kami gambarkan sebagai macam-macam anxitey tersebut. Setelah itu kami disuruh menjelaskan sesuai apa yang kami gambar. Keliatan seperti terapi ya? ahahaha..yang saya amati tuh semua org punya kecemasannya masing-masing dan tidak usah merasa diri paling hebat, merasa diri paling menderita juga, ataupun mengejek kecemasan orang lain, karena balik lagi kita adalah manusia dan manusia itu gak sempurna.

sedang berlangsung workshop
ketika berlangsung workshop

Tahap akhir, kami membuat satu gambar dengan durasi yang lebih lama dan juga ditambah menggunakan watercolour abu-abu. Setelah sesi berakhir, mbak lala sempat bertanya, “Gimana? Berasa lega setelah sesi ini?”. Saya entah kenapa merasa lega, ada sesuatu yang dikeluarkan dalam bentuk lukisan, dan lukisan itu punya meaning yang ingin saya sampaikan terkait dengan apa yang saya alami.

Workshop ini berkesan sekali untuk saya karena bisa jadi metode untuk melepas kecemasan berlebihan dalam hal yang positif dan kreatif. Banyak hal juga yang saya pelajari dalam workshop ini dan jadi pelajaran untuk ke depannya. Beberapa hal juga jadi buah pikiran saya setelah workshop ini berakhir yaitu…

Anxiety itu wajar, jangan pernah menutupi dan menimbun kecemasan di dalam diri

Kita sebagai manusia pasti punya kecemasan, cemas adalah bagian dari natur emosi yang Tuhan berikan, jadi sangat wajar bagi kita untuk cemas. Image dunia yang menampilkan kesempurnaan dalam kecantikan, karir, prestasi, betapa menariknya orang yang selalu positif terkadang mempengaruhi kita untuk menutupi kecemasan dan apa yang kita rasakan, kita takut di cap jelek serta mengakibatkan orang-orang tidak tertarik kepada kita. Tetapi sekarang, saya jadi terdorong untuk jujur terhadap emosi dan kecemasaan yang saya miliki, mengeluarkannya dengan bijak dan melepaskan orang-orang yang memilih pergi karena tidak mau menerima hal itu.

Semua orang punya struggle-nya masing-masing

Tidak perlu merasa lebih atau merasa kurang karena semua orang punya masalah dan bebannya masing-masing sesuai kemampuannya. Lebih banyaklah mendengarkan daripada mengomentari orang lain yang mengutarakan kecemasannya.

Anxiety merupakan sesuatu yang akan mengukir dirimu unik dan berbeda dari yang lain

Di blog sebelumnya tentang watercolour workshop, saya sempat bilang bahwa gambar setiap orang punya keunikan masing-masing sama seperti pribadi, setiap orang unik dan berbeda begitu juga jalan yang akan ditempuh pasti berbeda. Di sekolah/kuliah mungkin nilai dijadikan acuan untuk lulus atau tidaknya seseorang, di dunia pekerjaan hal itu lebih soal bisa bertahan serta berjuang atau tidak. Di sekolah mungkin kelas matematika wajib diikuti semua murid, dalam hidup, semua kelas yang dialami setiap orang berbeda satu sama lain. Saya semakin meyakini bahwa setiap individu punya jalannya masing-masing dan dibentuk dengan penempaannya masing-masing sesuai rencana sang Pencipta. Anxiety setiap individu berbeda, dengan begitu berbeda pula pembentukan setiap individu melalui anxiety-nya. Sebelum menuju akhir sesi workshop kami disuruh melihat hasil karya kami yang dipajang, dan disitu mentor menyadarkan bahwa sisi negatif pun bisa menghasilkan karya seni yang indah pada akhirnya.

Gambar bisa jadi sarana untuk lebih mengenal diri sendiri

Sejujurnya saya tidak terlalu suka dengan diri saya sendiri. Saya bisa mengeluh ke diri sendiri “duh lamban bgt”, atau “kok saya tidak sepintar dia ya”, dan banyak hal lainnya membuat saya tanpa sadar terlalu keras dengan diri sendiri. Menggambar jadi seperti dialog antara diri saya dengan diri saya sendiri bukan berarti gila ya ahahahah seperti apa yang saya alami dituangkan dalam gambar, trus balik nanya lagi kenapa harus berpikir seperti itu tentang apa yang dialami, aku suka menulis mimpi-mimpi yang belum terwujud dan juga keinginan yang ingin dicapai dalam waktu dekat tanpa ada intervensi pihak lain karena ini adalah dialog antara diri saya dengan diri saya sendiri.

Saya jadi sering corat coret sejak ikut workshop ini..ahahaha..kadang bahkan jadi kegiatan wajib di akhir pekan atau malam sebelum menjelang tidur. Lebih banyak waktu me time menggambar daripada hang out dengan teman, efeknya sih jadi lebih menenangkan dan lebih mengenal diri sendiri.

g
foto hasil karya dari workshop

Sebelum balik ke rumah, tentunya harus wajib bgt foto sama mentornyaa…ngefanss sama mbak lala bohanngg..karyanya keren-kerennn.

IMG_20150823_195446
Sebelum pulang wajib foto sama mentornya 😀

Terima kasih mbak lalabohang untuk ilmu dan sharingnya, semoga selalu sukses terus! Untuk maubelajarapa dan lingkaran.co terima kasih untuk memfasilitasi orang-orang yang masih tetap mau belajar dan membuat tema yang sesuai seiring perkembangan kehidupan masyarakat..hehehehe…

Watercolour Workshop Painting by Catalyst Art

Setelah beberapa hari yang lalu nge-post tentang Catalyst art market, sekarang saya akan menulis tentang workshop watercolour yang pernah saya ikuti di catalyst art. Kebetulan di IG catalyst_art membuat post kalo ada workshop watercolour painting, jadi teringat akan cinta lama bersemi kembali *lebay..yaitu menggambar dan melukis. Saya mulai bongkar lemari yang isinya peralatan kuliah dulu..wahh si watercolour reeves masih banyak dan masih awet banget cat-catnya..*maklum setelah kuliah dan sibuk kerja jadi lebih milih tidur dan jalan-jalan di sabtu minggu. Register dan transfer ke catalyst kemudian kirim email dengan foto bukti struck ATM dan sehari setelahnya di konfirmasi kalo mereka sudah menerima email dan bukti pembayaran.

Pas hari-H untuk workshop, saya memilih naik kereta trus nyambung naik taksi. Memulai perjalanan naik kereta sampai stasiun Duren Kalibata, trus nyambung naik taksi ke daerah kemang *maklum karena ga tau kalo ke daerah situ naik angkotnya gimana dan nomor berapa aja. Awalnya deg-degan karena akan ketemu banyak orang dan sempet kepikiran jangan-jangan yang ikut workshop udah seniman tingkat dewa sedangkan diri ini masih itik banget dalam urusan melukis pakai cat air. Sebelumnya, saya sempat menanyakan info ke catalyst tentang patokan ke galeri mereka, patokannya itu adalah gedung jonas, di jalan, keliatan kok, galeri catalyst persis di depan jalan raya yang sering di lewati kendaraan. Sesampainya di sana ternyata udah banyak yang datang, trus mas dari catalyst nanya nama dan mengecek di laptop dia untuk daftar peserta workshop. Saya akhirnya nunggu sama peserta lain dan disediakan kopi susu gitu *padahal ga terlalu suka kopi :p.

Workshop sempat agak telat karena yang membawakan workshop yaitu mas Muhammad Taufiq (instagram : @emteemte) lagi ada keperluan terkait pameran di daerah kemang juga. Sambil nunggu dan ngobrol-ngobrol, ternyata dari peserta workshop, beberapa memang bekerja sebagai ilustrator dan seniman, beberapa lagi kuliah di jurusan lain atau bekerja di ranah lain tapi hobi melukis. Setelah mas emte datang, baru deh dimulai workshopnya. Mas emte sendiri awalnya menjelaskan media yang dipakai yang cocok untuk melukis menggunakan cat air, dari segi kertas yang harus tebal agar tidak jd keriting karena terkena banyak air, kuas boleh macam-macam, dari merk cat air juga disesuaikan dengan nyamannya si pelukis. Ternyata banyak yang pakai macam-macam cat air, dan karakteristiknya ada yang hampir sama ada juga yang hampir beda.

Setelah memperhatikan para peserta, para peserta ternyata punya cara gambar yang beda-beda..ada yang lebih ke karikatur, ada yang lebih ke pemandangan, ada yang lebih ke animasi yang lucu-lucu, jadi ga perlu merasa minder atau bingung karya kita jelek..inget kan jelek dan cantiknya karya itu relatif..saya sendiri belajar menggambar senyamannya diri saya sendiri dengan objek-objek yang saya paling suka gambar. Saya juga jadi banyak liat dan bertanya gimana teknik-teknik mereka dalam menggambar, memadupadankan warna, nanya cat airnya juga merk apa, jadi banyak pengetahuan dan dengan tipe belajar yang santai sambil sharing satu sama lain, saya sih sangat nyaman ketika ikut workshop.

Saya share beberapa foto pas workhop di bawah ini. Galeri Catalyst ga besar-besar banget, satu ruangan dengan barang-barang seni di sekelilingnya, ruangannya cukup nyaman. Meja di tengah ruangan memang meja yang disiapkan untuk yang mengikuti workshop.

20150419_174818
Ruang galeri dan workshop catalyst
20150419_155406
Ruang galeri dan workshop catalyst
20150419_174841
Ruang galeri dan workshop catalyst

Untuk hasil dari workshop juga saya share disini. Saya mencoba gambar menggunakan satu warna dari gambar pemandangan, gambar wajah orang, dan gambar animasi yang lucu.

20150419_155413
Ruang galeri dan workshop catalyst
20150419_171045
Ruang galeri dan workshop catalyst

Menekuni hobi yang sempat terlupakan itu rasanya kayak CLBK *lebay ya. Saya sempat mengamati dari beberapa seniman juga yang ikut workshop kemarin itu ya tetap jadi diri sendiri, lukisan mencerminkan personal diri dari si pelukis jadi gak perlu banget membandingkan diri dengan orang lain atau hasil karya orang lain, pelukis itu punya keunikan masing-masing dan itu yang membuat masing masing jadi istimewa sama halnya bahwa setiap pribadi unik. Saya juga belajar melukis apa yang saya suka, dari situ saya belajar jujur dengan diri sendiri, apa yang dirasakan, apa yang disuka dan gak disuka bisa dituangkan dalam lukisan. Melukis jadi salah satu terapi bagi diri sendiri, sekarang sering sempetin waktu buat melukis, jelek atau bagus yang dikatakan orang lain gak jadi masalah bagi saya, yang penting tetap jadi diri sendiri.

“The only time I feel alive is when I’m painting.” -Vincent van Gogh

“The key to understanding any people is in its art: its writing, painting,sculpture.” 

– Louis L’Amour, Education of Wandering Man

Thanks untuk catalyst dan mas emte yang sudah mengajar di workshop…hehehe..sebelum pulang tentu gak lupa foto sama yang ngajar workshopnya.

20150419_181430
Sebelum pulang tidak lupa foto sama mentornyaa 😀

Catalyst_Art Market 4

Hi semua! akhirnya menulis lagi setelah blog ini mulai terlupakan, harus menguatkan niat untuk menulis lagi (*ayo mon,,semangat mon!!). Saya tau catalyst art dari salah satu teman dekat, Grace. Waktu itu sempat ngobrol-ngobrol tentang ingin melukis lagi karena keinget dulu waktu kecil saya suka banget menggambar atau melukis tapi sering kena marah ibu saya karena kerjaannya itu aja dan gak terlalu tertarik belajar, pada akhirnya jadi sibuk belajar belajar, it’s all about study and good grades (*tipikal pendidikan indonesia, upss!), jd terlupakan deh hobi ini.

Seni lukis atau menggambar merupakan sesuatu yang personal bagi saya, sangat membantu untuk menenangkan diri dan membantu mengeluarkan emosi yang ada didalam (*maklum tipe orang yang memendam emosi). Gambar bagi saya secara pribadi adalah ungkapan perasaan, jadi saya terbiasa menggambar apapun yang terpikir di otak, meski kadang belajar dari melihat contoh foto juga untuk latihan. Secara pribadi, saya sendiri meyakini gambar menyampaikan apa yang si penggambar/pelukis rasakan.

Ketika liat di instagram bahwa catalyst art membuka workshop melukis dengan cat air langsung deh mendaftarkan diri dan membuka tumpukan cat air jaman kuliah yang masih bersisa banyaakk (*harta terpendammm). Pengalaman workshop akan dibahas di blog selanjutnya ya hehehe..dari workshop ini juga di kasih tau sama Mas Adi salah satu yang mengurus galeri catalyst bahwa catalyst mengadakan art market, langsung deh tertarik banget buat datang dan liat-liat hasil seniman muda indo dan memang saya sangat tertarik dengan dunia seni.

Tempat catalyst art market 4 ini ada di kuningan city lantai 3 diadakan tanggal 25-26 April 2015, mall kuncit kayaknya memang lagi laris banget jadi tempat acara dan pameran..hehehehe..pas masuk akan di kasih cap trus membayar tiket masuk seharga 15 ribu, dan tiket yang sudah di kasih bisa langsung di tukar dengan coffee. Ketika saya sedang di stand coffee ditanya mau kopi hitam atau kopi susu, sebenarnya jujur saya gak terlalu suka kopi tp karena ini bonus dari tiket masuk (*emang gak mau rugi banget) akhirnya milih kopi susu truss nambahin air gula rada banyak,,hehehhe,,biar pahitnya ga terlalu kerasa (*soalnya kehidupan juga sudah pahit..curcol).

Catalyst art market 4 ini ramai waktu saya datang dan di area tengah ada meja dan kursi yang disusun untuk workshop, karena ada beberapa workshop juga yang diadakan ketika hari itu jadi sempat melihat orang-orang lagi pada asik workshop. Saya keliling stand dari awal sampe stand akhir tiga kali buat ngeliat ada gak sih yang langsung menarik mata dan hati untuk dibeli dan tentunya yang aman buat dompet sendiri..hehhehehe.

IMG_20150425_180102 A
workshop dilakukan ditengah ruangan
IMG_20150425_175925 B
workshop dilakukan ditengah ruangan

Setelah keliling dan lihat-lihat akhirnya beli barang juga, beli tas kecil, gantungan kunci berbau aroma terapi, dan dua hasil karya yang emang jadi favorit dan suka bangeeett sama lukisannyaaaa..hehehe. Saya share foto barang-barang yang udah di beli nih..hehehe.

IMG_20150425_175616 C
workshop dilakukan ditengah ruangan

Tas kecil motif kucing dan kelinci serta gantungan kunci bentuk bantal yang ada aroma terapi ini aku beli dari standnya kanigara (instagram : @_kanigara) , suka banget sama produknya, warnanya bagus, cerah, bahannya bagus, gambarnya lucu dan rapi jahitannya, dikasih post card sesuai sama gambar tas kecilnya. Saya beli dua karena yang satu dikasih ke adek sendiri yang sudah mau menemani ke art market, trus si adek langsung bahagia to the max dikasih tuh tas..ahahhaha…makasih banyak kanigara s(^.^)s. Dua hasil karya yang saya beli dan memang saya suka banget dari pas pertama liat itu hasil karyanya mas aditya pratama (instagram : @sarkodit) dan mbak cantik irene saputra (instagram : @nengiren)..suka banget sama hasil karya mereka berdua..hehehe sukses buat dua-duanya..

Ketika saya kesini, saya bener-bener menikmati hasil karya seniman-seniman muda indo..keren-keren..kreatif..kebetulan memang saya suka produk yang lucu dan kreatif, semoga makin banyak acara kayak gini sehingga seniman muda makin dikenal..kalo ada catalyst art market bakal kesana lagi dan harus nabung supaya bisa beli barang yang disuka..hehehe…kalo mau lihat atau beli barang-barang seni dan mau ikutan workshop bisa follow atau lihat instagramnya @catalyst_art.