Twenty-three and me

Happy twenty three myself!!

Akhirnyaa bisa duduk di kamar sendiri dengan laptop dan menulis perenungan satu hari setelah ulang tahun. Seperti biasa di hari ulang tahun pasti saya menyempatkan diri menulis apa saja yang sudah direnungkan di umur yang semakin tua..-_-. Menjelang ulang tahun banyak sekali hal yang sudah saya lewati, bisa dibilang tahun 2013 itu really a big year for me, dibilang big year karena di tahun inilah skripsi, sidang, dan wisuda dilewati dengan baik, Praise The Lord for that!

Satu kata yang menggambarkan semua hal yang saya rasakan, semua hanya karena kasih karunia-Nya. Siapa yang sangka perancangan arsitektur ternyata bisa dilalui sampai selesai. Skripsi bisa dikerjakan juga, sampai ketika saya memegang skripsi sendiri, saya masih bertanya-tanya “kok bisa ya?”. Sampai akhirnya saya berdiri di balairung sambil memakai atribut wisudawan lengkap dengan toga. Setelah saya sering datang ke wisuda senior, dan akhirnya tiba di perayaan wisuda sendiri itu rasanya “sesuatu”. Sepanjang hari saya rasakan hanya perasaan bahagia dan puas setelah menimba ilmu di Universitas selama 4 tahun, dan setelah itu di mulailah kenyataan hidup dengan mencari kerja disana sini.

Lowongan yang menarik perhatian saya adalah lowongan di biro konsultan arsitek. Kenapa itu yang menarik perhatian? saya sendiri juga bingung. Saya adalah orang yang pernah kehilangan hasrat untuk merancang di pertengahan kuliah. Kehilangan arah, tidak bersemangat kuliah, dan hanya sekedar mengerjakan kewajiban saja. Saya bersyukur ketika KP di Bali, saya melihat betapa bos saya menikmati pekerjaannya, dari situ saya mulai melihat merancang dari sudut pandang lain. Saya mulai mengurangi tekanan pikiran dan berusaha menikmati perancangan 5 (perancangan terakhir) dan hasilnya mungkin tidak se-“wah” teman-teman saya yang sering mendapatkan nilai terbaik, tapi saya menikmatinya, dari awal hingga akhir rancangan gedung yang saya buat. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari menikmati apa yang kita kerjakan. Saya ingat sebuah kutipan kalimat dari buku rohani yang saya baca yang berbunyi begini

“Saya bersenang-senang dengan prosesnya dan saya terlepas secara emosional dari hasilnya”

Terkadang kita terlalu kuatir dengan hasilnya sehingga kita tidak menikmati prosesnya dan hal itu yang terjadi kepada saya di pertengahan kuliah. Saya terpaku dengan nilai dan membandingkan diri dengan orang lain. Pada akhirnya yang ada saya hanya fokus pada nilai bukan pada apa yg saya kerjakan. Hubungan saya dengan arsitektur seperi hubungan “benci” dan “cinta”. Saya benci harus mencari ide dan mengerjakan semua prosesnya sampai kadang kurang tidur, tapi saya tetap mengerjakannya dan puas ketika akhirnya semua bisa diselesaikan. Kehidupan kuliah akhirnya terlewati sudah.

Ketika mencari pekerjaan, saya bergumul dalam doa tentang panggilan hidup saya. Saya yakin semua orang punya panggilannya di dalam hidup. Ada yang terpanggil menjadi dokter, pengacara, reporter, dan lain lain.

Saya sendiri bergumul apakah saya akan jadi arsitek kelak. Doa yang saya ucapkan ketika hendak mengirim lamaran ke lowongan kerja yang masuk ke email saya yaitu

“Tuhan, kalo memang ini jalannya dan Tuhan berkenan, tolong buka pintu, tapi kalo tidak silahkan tutup pintu”

Setelah mengirim lamaran banyak, ternyata hanya satu biro konsultan yang akhirnya mengajukan interview ke saya. Tanpa ragu-ragu saya langsung wawancara, dan minggu depannya langsung bekerja dan ternyata memang dunia kerja itu beda sama dunia kuliah..ahahah. Saya harus terus mengingatkan diri saya untuk terus belajar belajar dan belajar. Semuanya harus saya lalui, proses dari dunia kampus ke dunia kerja harus tetap saya lalui.

Kedua orang tua saya tidak terlalu setuju dengan pilihan saya, mereka justru menyarankan saya menjadi PNS. saya juga sempat mempertimbangkan hal itu tetapi hati saya lebih memilih untuk bekerja di biro konsultan. di tengah kebimbangan, satu kalimat dari buku yang pernah saya baca terngiang kembali

“Bukan karena hal itu kehendak ALLah lalu semua orang mengerti akan hal itu”

Kalimat itu terus melekat di pikiran saya sehingga saya memilih untuk tidak mendaftarkan diri jadi PNS, dan sekarang saya memasuki 2 bulan lebih sedikit mau masuk 3 bulan bekerja ditempat kerja saya, dengan teman-teman kantor yang lucu dan aneh-aneh, serta bos saya yang baik.

Kalau saya renungkan lagi, saya benar-benar diberkati, sangat diberkati. Tuhan tetap menyertai saya, meski terkadang saya bingung arah yang saya akan lalui. Saya hanya berdoa agar saya beroleh hati yang bijak untuk mengerti panggilan hidup saya akan kemana dan juga semoga

“saya bisa bertumbuh dimana pun Tuhan menempatkan saya”

Untuk setiap tempat dimana kita ditempatkan Allah selalu punya tujuan meskipun yang kita lalui buruk atau baik. Sekali lagi, it’s really a big year, saya ingat saya tidak mengucapkan harapan apa-apa di penghujung tahun 2012 tapi saya mendapat lebih dari apa yang saya bayangkan. Selama 23 tahun, Tuhan telah menyertai saya dan membentuk saya secara perlahan tahun-tahun berikutnya Ia akan tetap menyertai saya.

Saya akan terus mengingatkan diri saya, apapun yang terjadi di depan nanti baik atau buruk, gagal atau berhasil biarlah saya tetap mengingat “Tuhan tetaplah gembala saya”meski saya akan jadi domba yang tersesat, atau kebingungan, Ia tetap menyertai saya, dan bagi saya itu cukup..

Happy twenty three for me..:)

NB : ini dibikin sama temen-temen kantorr,,unyuu bgtt,,ahhaha,,thanks a lot guys.. :*

 

happy bday
kejutan dari orang-orang kantor. image source : taken by one of officemate

 

Advertisements