Growing Up and Make Over myself

Hari minggu yang cerah ini saya menyempatkan diri menulis blog lagi dan kali ini ingin bercerita tentang pengalaman merubah tampilan diri sendiri . Semua itu berawal dari saya bertemu lagi dengan teman SD sekaligus SMP dulu yang juga merupakan tetangga dekat rumah. Ketika masuk SMA kami masuk di SMA negri yang berbeda, kesibukan bimbel serta ekstrakulikuler sekolah masing-masing membuat kami jarang sekali bertemu dan hal itu berlanjut sampai kuliah dimana saya akhirnya nge-kos di Depok karena berkuliah di UI Depok sedangkan temanku ini nge-kos di Bogor karena berkuliah di IPB.

Beberapa bulan yang lalu kami memutuskan untuk bertemu, karena rumah kami dekat dan masih satu kompleks, jadi kami bertemu di rumah saya, dan ngobrol-ngobrol cantik ala cewe-cewe biasa kalo udah lama ngak ketemu.

Komentar temen saya ketika ngeliat penampakan diri ini langsung ngomong, “wah mona ga berubah ya..heheheh”. Kami banyak ngobrol dari mulai kabar masing-masing sampai kabar teman-teman SMP kami, karena saya sendiri hanya keep contact dengan beberapa teman jadinya lebih banyak info dan kabar dari temen saya ini.

Setelah perjumpaan itu, saya iseng-iseng mengamati penampilan saya, sejauh ini memang penampilan saya tidak berubah dengan waktu dulu, rambut lebih sering diikat satu kebelakang, wajah jarang mengunakan make up dan hanya poles bedak sekali supaya wajah tidak kusam. Kalo soal skincare sih saya tetap rutin cuci muka dengan susu pembersih dan toner karena kulit wajah saya tergolong sensitif dan suka berjerawat. Untuk berdandan dan mecoba style apa yg cocok dengan penampilan itu sudah jarang banget apalagi setelah kerja, udah malas merawat diri dan berdandan.

Sebenarnya waktu menjelang akhir kuliah dimana fase itu skripsian dan sidang, sempet belajar dandan-dandanan sama Listya dan Tresia jika kami main ke kosan kebiasaan cewe cewe dikala ngumpul bareng  tapi karena di dunia kerja sibuk jadi jarang banget merperhatikan penampilan, ya seadanya, paling lipstick warna natural, eyeliner dan blush on, itu pun kadang belepotan memakainya.

Di umur saya yang sudah 24 tahun jadi intropeksi diri, saya sudah memberikan penampilan terbaik belum ya, atau saya selama ini masa bodo sama penampilan banget itukah alasan diriku masih zomblo :pSempet iseng cek-cek instagram dan ketemulah dengan ignya MAKE OVER ( instagram : makeoverid). Brand MAKE OVER ini termasuk brand make up lokal baru yang lagi naik daun tapi sekarang sudah banyak yang suka sama brand ini, brand MAKE OVER ini masih satu perusahaan sama WARDAH. Kebetulan brand ini sering mengadakan make up class dengan harga terjangkau dan tema-tema tertentu.

Akhirnya saya memberanikan diri untuk daftar di make up class-nya MAKE OVER yang bertempat di kantor MAKE OVER sendiri di studio M9, tempatnya tidak jauh dari blok M square. Setelah daftar dan bayar, waktu hari H saya berangkat pagi-pagi maklum karena jarak Bekasi-Blok M lumayan jauh naik bus yang langsung ke blok M. Sampai disana saya menunggu beberapa peserta agar kelasnya bisa dimulai, ternyata kelasnya terbatas, maksimum untuk 7 orang waktu itu, karena pesertanya tidak banyak jadi saya bisa fokus nanya-nanya ke Make Up Artis-nya segala hal tentang make up. Ruangan tempat peserta akan memulai make up class sudah lengkap dengan alat-alat berupa kuas dan make up yang digunakan jadi tidak usah bawa alat make up lagi. Nih penampakan ruang untuk make up class-nya :).

20150417_132658
ruang make up class make over

Sebelum make up penting banget untuk memastikan kalo kulit wajah kita dalam keadaan bersih, dan juga perlu memakai pelembab atau primer make up supaya make up lebih tahan lama. Saya juga diajari cara memilih foundation dan bedak yang sesuai warna kulit, dan cara-cara dasar make up seperti cara aplikasi foundation, bedak, blush on, eyeshadow, dan yang paling dari dulu saya grogi untuk memakainya itu bulu mata palsu, pas pakai itu rasanya harus serba hati-hati karena berhubungan dengan area mata >.<.. Berikut ini foto before and after-nya, beda banget ya..abaikan wajah ngantuk sebelum make up karena saya sempat mengantuk menunggu kelas mulai terlalu excited jd datang sejam sebelum kelas dimulai 😀

Untitled-1
before after make up class

Setelah make up class ini, para peserta dikasih goodie bag berupa voucher 50ribu dan eyeliner warna navy blue. Sebelum pulang juga sempat beli beberapa make up dan mencoba stand make up di kantor MAKE OVER, sejauh ini saya suka banget sama eyeliner pensilnya, warnanya keluar dan tidak gampang hilang/kehapus asal jangan kucek2 mata kalo di pakai, face countour kit-nya juga oke, sering saya pakai sehari-hari karena ringan di wajah dan tidak tebal berlebihan. Produk yang jadi favorite saya itu lipstick-nya, pilihan warnanya oke banget, warnanya keluar serta tidak bikin wajah terlihat kusam. Berikut foto warna lipstick dan eyeliner yang jadi favorite.

1
lipstick make over 002 dan 007
2
eyeliner pencil make over

Menurut saya sebagai wanita sah-sah saja untuk memperhatikan penampilan, dandan untuk mempercantik tampilan diri merupakan nilai plus juga, bukan berarti dandan yang sampai mengubah wajah jadi orang lain banget ya. Sejak make up class saya jadi lebih tau dandan bahkan jika saya mau pergi ataupun ke acara tertentu, jadi sering buka tutotial make up di youtube atau baca blog beauty blogger. Saya sudah tidak pernah dandan di salon lagi malah lebih sering ekxperimen sendiri.

Sejak dandan ini juga jadi pede dengan diri sendiri, jadi tau fitur-fitur apa yang saya suka dari wajah saya :D. Make up class jadi tambahan ilmu untuk mempercantik diri saya, dan satu hal lagi, usahakan niat mengubah tampilan diri itu bener-benar niat dari hati kecil kamu sesungguhnya, jangan karena orang lain atau pun karena ingin menarik perhatian pria, kalo menurut saya bagian dari mempercantik diri itu lebih untuk mengenal fitur wajah dan tubuh kita. Saya seperti kita berkembang secara sifat dan karakter secara penampilan pun kita sebagai wanita pantas untuk berkembang. Memperhatikan penampilan diri juga salah satu bentuk dari kita mengasihi diri kita untuk jadi lebih baik dan cantik bukan karena orang lain ribet banget harus cakep karena orang lain :p. Jangan takut untuk explore make up, just have fun with it!

IMG_20150628_095208
foto produk make over yang saya beli
IMG_20150628_094319
produk make over

Foto terakhir merupakan foto iseng di sore hari dimana ketemu spot di dekat rumah yang bagus untuk foto :)..Have a nice day guys!

“The things about changing your style and put some make up to look beautiful have nothing to do with other people, it is really about the person itself, they can wear what they want, and what make up they want to use to enhance their own beauty and express themselve.”  -Monalisa 

 

Be kind to people but remember to always keep your inner circle

Akhirnya bisa nulis lagi yippie! Kali ini adalah perenungan curhat colongan sejenak dari apa yang saya sendiri lalui di dunia alumni *berasa udah lama banget kayaknya jd alumni pdhl baru dua tahunan. Jujur saya sendiri merasa dunia alumni itu dunia yang chaos banget *welcome to the world non!, jangan berpikir ini seperti penampakan film-film yang kerja digambarkan jadi hal menyenangkan dan semua terlihat baik-baik saja.

Setelah menimba ilmu di salah satu Universitas Indonesia di Depok tepatnya, akhirnya saya dan teman seangkatan yang lain di lepas ke dunia alumni untuk mencari ilmu dan sesuap nasi. Apa yang saya alami mungkin tidak di alami semua orang, ada yang langsung beradaptasi, ada yang susah beradaptasi, ada yang lebih cerdik lagi untuk membuka usahanya sendiri daripada harus bekerja dengan orang lain *tipe yang ini patut diteladani. Saya sendiri termasuk tipe yang lambat belajar dan beradaptasi. Pengalaman saya sejak di dunia kerja dari dunia kampus itu berasa ada fase yang terlewati entah itu apa atau memang saya memang belum matang tetapi seperti kata-kata salah seorang teman dekat saya yang bilang

Kalau sudah tercebur yaudah berenang”..berenanglah untuk ‘selamat’ kalau tidak ya kamu tenggelam

Adaptasi dengan lingkungan kerja juga jadi jadi proses tersendiri, saya adalah orang yang suka berteman dengan siapa saja tetapi pemilih untuk masalah teman dekat atau sahabat karib. Dunia baru akan membawa anugerah berupa teman-teman baru, itu apa yang dipikiran saya selama ini, ternyata ada salahnya ada benarnya juga dan memang tidak ada yang salah dan benar *nah lhoo.

Dunia pekerjaan itu sibuk, harus pergi pagi pulang malam, menghabiskan waktu di jalan dimana jalanan Jakarta belum bersahabat sepertinya. Saya sendiri sempat stress dengan kerjaan dan juga banyak hal yang berupa benturan-benturan di dunia baru ini, belum lagi masalah lain seperti jodoh *derita wanita muda yang masih jomblo dan intervensi keinginan orang tua dalam karir dan hal lain.

Saya sempat balik ke kampus untuk beberapa urusan dan akhirnya bertemu serta berbincang-bincang dengan salah satu dosen yang beberapa kali mengajar di angkatan, meskipun saya sendiri tidak punya dosen yang dekat dengan saya selama kuliah tetapi dosen yang satu ini adalah dosen yang saya tahu saya bisa banyak bertanya dan meminta nasehat dari beliau. Kami berbincang banyak tentang pekerjaan, dan bagaimana teman-teman se-geng saya sendiri waktu kuliah menemukan jalannya masing-masing dalam karir mereka sekarang, dan seketika wajah dosen tersebut tampak begitu senang mendengarkan cerita saya. Banyak hal pertimbangan juga yang dosen saya utarakan demi diri saya sendiri, dan masalah pribadi yang saya sharingkan kepadanya, sampai curhat colongan saya tentang betapa susahnya saya beradaptasi di dunia pekerjaan dan kehidupan sosial saya yang menurun.

Bu R *dosen saya menganjurkan saya untuk mulai liburan, dan mulai memamfaatkan waktu-waktu luang serta menekankan saya untuk berusaha bertemu dengan teman-teman dekat saya. Saya sendiri sempat bilang kalau beberapa teman angkatan juga ada di lingkungan pekerjaan saya tetapi apa yang di tekankan Bu R selanjutnya agak membuat pikiran saya terbuka,

“maksud saya itu teman-teman dekat kamu, sahabat-sahabat yang menerima kamu baik buruknya”

Bu R menyudahi kalimatnya. Saya baru sadar kalau saya sering komunikasi dengan beberapa teman dekat tapi sama sekali jarang merencanakan untuk “spent time” atau bertemu muka. Setelah pertemuan hari itu dengan Bu R, saya langsung menghubungi teman-teman dekat, sahabat karib, dan teman se-geng kuliah untuk atur jadwal tatap muka..hehehehe.

Akhirnya jadwal ketemuan pun penuh bahkan senior waktu kuliah menyempatkan di sela waktu cuti dia ke Jakarta untuk bertemu dan jalan-jalan sambil shoping-shoping cantik..hehehe. Ada yang menelpon juga dan pada akhirnya kami ngobrol dan nge-gosip panjang lebar di telepon sebelum akhirnya atur jadwal bertemu. Sejauh ini energi dari diri sendiri bertambah-tambah dan makin semangat dalam menjalani hidup. Nasehatnya Bu R ternyata benar, teman dekat saya jadi penghiburan untuk saya sendiri, mereka menerima saya baik buruknya, it’s like coming home 🙂. Saya jadi tidak terlalu mengikat diri pada lingkungan pergaulan yang memang tidak cocok dan lebih memperhatikan inner circle yang saya punya.  Apa itu inner circle? inner circle dalam pengertian saya sendiri itu lingkaran terpenting yang mempengaruhi saya paling besar entah dari keluarga atau sahabat-sahabat saya.

Why we have to keep our inner circle?

Sama seperti jodoh, teman yang cocok pun sesuatu yang berharga, kita ngak bisa cocok dengan semua orang dan faktanya kita tidak harus cocok dengan semua orang dan tidak semua orang bisa menerima kita dan punya kesamaan nilai dengan kita so be wise when you put someone to your inner circle not everybody worth as they seem. Sahabat-sahabat saya sendiri bukan berarti mereka yang selalu akur tetapi mereka tahu bagaimana menegur, membangkitkan semangat saya disaat hilang harapan dan satu lagi mereka selalu memberi dampak positif serta membuat diri saya nyaman.

Bukannya saya mengajarkan untuk ekslusif dan antisosial tetapi kita pastinya punya lingkaran-lingkaran dengan taraf kepentingan berbeda-beda, dan tidak semua orang bisa masuk dan tidak semua orang harus masuk ke lingkaran penting kita. Hubungan saya ibaratkan dengan rumah dimana orang yang di dalamnya harus berusaha saling menjaga dan berkompromi agar bisa rukun tinggal bersama. Terjebak di hubungan pertemanan yang toxic adalah ibarat mengundang seseorang masuk ke dalam rumah dan menghancurkan rumah tersebut dan kemudian menghancurkan kita. We should respect our home, our healthy relationship with people karena jika tidak, kita hanya akan merusak diri dan membodohi diri kita sendiri.

Setelah bertemu dengan jadwal pertemuan yang lumayan banyak, kebetulan inner circle saya sendiri lumayan banyak, I know that I’m very lucky person, karena mereka semua selalu menyempatkan waktu dan menerima dalam kondisi baik dan buruk. Mulai dari sekarang dan seterusnya I will be kind to people but remember to always keep my inner circle! and thanks Mrs R for nice advice! 

Lots of people want to ride with you in the limo, but what you want is someone who will take the bus with you when the limo breaks down. – Oprah Winfrey

25db99a57b493c6fa5060380d4303fc5
know your circle!

sumber gambar : https://www.pinterest.com/dapcat/quotes/