People in a Rush

People, people in a rush

They walk fast every day

They wake up early in the morning and back again in the night

They chasing something that they never see before

They talk about everything but they don’t know everything

They are in a rush..they are in a rush

They forget how beautiful is the sunrise

They forget how calm is the sunset

They forget how blue is the sky

They forget how relaxing is the wind

Because they are always in a rush

The Young Pure Soul Spirit

Belakangan ini saya sering membiasakan untuk menulis setiap pagi meski saya suka bingung harus menulis apa. Saya mulai membiasakan mengucap syukur atas apa yang saya langsung terima ketika saya membuka mata yaitu, hidup, udara, keluarga, air bersih, dan rumah. Saya juga lagi sering-seringnya mengingatkan diri saya tentang pernyertaan Tuhan, tetang apa saja yang selalu disediakan Tuhan bagi saya, dan tentang masalah yang sering kali tidak saya pahami, dan juga hal-hal yang menghancurkan saya dengan maksud baik meskipun mungkin saya tidak bisa tahan dengan hal itu.

Kemarin saya mengurus sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Waktu seharian itu membuat saya bertemu orang-orang baru yang secara tidak langsung jadi penghiburan bagi saya. Kepolosan, semangat, cerita konyol jadi bahan obrolan kami yang tidak ada habisnya. Semakin saya membahas banyak hal semakin saya teringat akan diri saya yang dulu. Kebetulan teman-teman ngobrol saya kemarin usianya jauh beberapa tahun lebih muda dari saya. It feels weird, happy and sad at the same time, seeing our young soul through their eyes and realize how far you have change.

Ada letupan yang tidak seribut dulu. Ada cahaya yang tidak seterang biasanya. Ada semangat yang mulai lenyap. Ada impian-impian yang diam-diam dicuri. Ada harapan yang menipis. Ada iman yang tidak lagi jelas melihat. Ada kasih yang mendingin. Saya yakin semua ada masanya, mungkin ada hal yang sedang Tuhan ajarkan.

Sejenak my young pure soul bangun hari itu menari bersama jiwa polos mereka. Semakin tua saya semakin saya sadar betapa indahnya melihat melalui jendela jiwa orang-orang yang lebih muda dari saya. How fun is the young pure soul spirit. Sekarang saya merasa jiwa saya menua beberapa tahun lamanya dari usia badan saya yang seharusnya.

Making Mistakes!

“We learn because we make mistakes. As long as we live as human being we will always make mistakes as a process of learning. We will always make mistakes and learn from it, but make sure to upgrade our mistakes so we can upgrade our lesson. Except when we continue to make the same mistake over and over again, it means we don’t learn from it.”

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seorang bos muda untuk urusan yang berhubungan dengan pekerjaan. Perkataan beliau sempat membuat saya berpikir. Beliau bilang it’s okay untuk membuat kesalahan, selama kita belajar kita pasti akan membuat banyak kesalahan namun pastikan kesalahannya upgrade supaya kita juga upgrade belajarnya, kecuali jika kita melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali itu namanya “dablek..”. Perkataan ini menohok saya dan mungkin menohok juga bagi orang-orang yang saat itu berada bersama saya. Padahal saya termasuk orang yang suka melakukan kesalahan sama dua kali bahkan mungkin berkali-kali, saya termasuk yang ceroboh jika berada dalam situasi yang panik. Selama kesalahan pasti ada pembelajaran di belakangnya, jika kita melakukan kesalahan sama berkali-kali mungkin memang kita belum mengerti atau mungkin ya mungkin aja memang kita lagi sial ahhahaha.

Back to My Old Blog Again!

6coubedwg24-luis-llerena

Sepertinya sudah lama saya tidak menulis di blog lama saya karena sibuk dengan domain baru yang tahun kemarin saya buat. Ternyata pindahan blog itu susah susah gampang apalagi saya sudah terlanjur memilih wordpress sebagai tempat memulai blog saya. Beberapa hari lalu saya juga sempat kesal karena kuota blog baru saya itu makin menipis ntah mengapa, kayaknya karena kebanyakan upload gambar.

Perasaan kesel saya juga sepertinya timbul karena saya tuh lagi rajin-rajinnya nulis setiap hari sekarang ini. Saya lagi biasain bawa buku jurnal kemana mana supaya kalau ada yang saya ingin tulis apapun itu bisa saya tulis langsung. Hal ini mulai saya biasakan karena seringnya saya sudah terlanjut hilang mood ketika berhadapan dengan laptop. Jurnal baru saya membantu sekali dalam menghadapi balada “ga mood” menulis dan juga balada “ga punya inspirasi untuk membuat tulisan”. Setelah mbak Alodita sempat share kebiasaan menulis buku jurnal hampir tiap hari, saya penasaran “does it really work for me?”. Ternyata hasilnya jauh dari apa yang saya bayangkan, saya bisa nulis banyak artikel di dalam buku jurnal pribadi saya. Sering kali ketika kita stuck dalam pekerjaan kita, kita terpaksa memaksa otak kita untuk mengeluarkan ide namun kebiasaan baru ini membuat saya sadar mungkin bukan otak kita yang harus dipaksa tapi mungkin ada metode dan cara kerja baru yang membantu otak kita untuk terus produktif.

Balada kuota blog domain baru sempat bikin saya pusing, saya bingung mau nerusin domain baru itu lagi apa ngak atau mengembalikan semua artikel ke blog lama ini. Perkara membeli domain dan hosting memang lama-lama jadi sesuatu yang mahal jika kita rajin update, tapi mau gimana dong saya juga perlu mengeluarkan pikiran dan berlatih menulis. Blogspot memang lebih aman sih untuk blog personal yang update hampir tiap hari karena kamu bisa beli domain namun tetap pakai hosting blogspot. Intinya jangan kaget ya kalo blog saya pindahan lagi tapi tetap blog lama ini akan selalu aktif dan tetap saya keep. Blog ini mungkin akan jadi jurnal pribadi saya yang saya update terus untuk latihan menulis :).

Monalisa D