Pieces of Heart and Me

Akhir-akhir ini saya sedang memikir tentang “broken heart” dan “a way to heal it”. Sebenarnya patah hati dialami semua orang tapi ketika kita berhadapan dengan penyakit yang satu ini banyak dari kita mau tidak mau menangis atau sedih bahkan sampai trauma dan sebagainya.

Banyak yang bilang, “Jatuh cinta hanya patah hati yang tertunda”. Saya lumayan setuju dengan kalimat ini, karena tidak semua cinta terbalas atau ada juga yang terjebak dengan “friendzone”. But, that’s life, unpredictable, kita tidak bisa memprediksi apa yang terjadi ke depannya.

Ada banyak hal di dunia ini yg berada di luar kontrol kita,
kita harus belajar menerimanya.

Ini kalimat yang keluar dari salah satu senior saya waktu saya cerita bahwa saya sedang mengalami patah hati. Kalimt ini cukup menyadarkan sejenak diri saya yang sedang mellow dan sedih supaya mulai berpikir jernih sesuai kenyataan.

Terkadang jika sedang patah hati, kita merasa dunia itu sempit, kita sedih terpuruk tetapi berpura-pura normal jika sedang bersama orang lain, kita berpura pura baik-baik saja padahal didalamnya hati kita hancur berkeping-keping.

Butuh sekejap untuk menghancurkan sebuah hati tapi butuh waktu lama untuk menyembuhkannya.

Meskipun luka itu benar-benar sembuh, meskipun kita sudah tidak mempermasalahkan lagi hal itu dan melanjutkan hidup, semua memori sakit itu masih tersimpan di otak kita.

Saya terkesan ketika menonton Tv, mungkin ada beberapa yang tau tentang Mobbed, acara Tv yang saya tonton dan kebetulan tentang seorang wanita yang menyatakan cinta kepada si pria dan akhirnya si pria menjawab bahwa Ia hanya menganggap si wanita sebagai seorang yang spesial, teman yang dekat tapi tidak memiliki perasaan yang sama. Di akhir acara tersebut si wanita akhirnya mengatakan kalimat ini,

Awalnya semua ini tentang dia, tapi pada akhirnya semua ini
tentang aku, bagaimana seharusnya aku lebih berpikir tentang diriku.

Semua pelajaran patah hati yang saya alami akhirnya membawa saya ke
pertanyaan itu

Apakah ini semua tentang dia?

Memang akan sulit punya pikiran sehat disaat kita jatuh cinta, akan sangat memabukkan, dan membuat kita tidak berpikir rasional tetapi pada akhirnya kita harus bertanya,

Apakah ini yang terbaik untuk diri kita sendiri?

Banyak proses yang dilalui setiap orang untuk sembuh dari patah hati. Saya ketika sedang patah hati bisa sedih berhari-hari, saya langsung merencanakan banyak hal baru untuk dijalani, melakukan liburan mungkin jadi salah satu ide yang baik. Kita bisa menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat kita untuk pergi.

Ketika saya liburan panjang setelah pasca patah hati, waktu itu saya magang sekalian berlibur di Bali, yang saya rasakan itu dunia begitu besar, lebih besar dari yang saya kira begitu berbeda saat saya cuma bisa bersedih di kamar dan ternyata patah hati hanya bagian kecil dari diri saya dibandingkan dunia yang begitu besar.

“Patah hati hanya bagian dari hidup, bertahan, kita pasti akan melewatinya”

keep moving forward 🙂

Image

“We must be willing to let go of the life we have planned,
so as to accept the life that is waiting for us.”
~ Joseph Campbell

Advertisements