Art to Merchandise Workshop

Hai! Saya minta maaf karena baru sempat menulis blog lagi dikarenakan kesibukan dirumah menyambut natal dan tahun baru. Sebenarnya workshop Art to Merchandise ini tanggal 5 Desember 2015 kemarin di Hello2madison. Partner kerja saya tiba-tiba whatsaap tentang acara ini dan akhirnya kami memutuskan untuk ikut karena temanya cocok dengan usaha yang sedang kami jalankan yang memang ingin lebih berfokus ke product meskipun tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke hal lain. Ternyata kami daftar mepet dengan pendaftaran akan ditutup tetapi untungnya kami dapat kursi untuk ikut workshop.

2MADISON-Dec-05--From-Art-to-Merchandise--by-Diela-Maharanie-dan-Prasajadi-Heru-31
image source : http://www.lakako.com

Mentor untuk workshop ini ialah Mbak Diela Maharani dan Prasajadi Heru, untuk para ilustrator mungkin tidak asing dengan kedua nama ini hehhehe. Sesuai dengan temanya, workshop ini lebih menekankan bagaimana menuangkan sebuah seni yang dikemas dalam produk yang digunakan sehari-hari, ada sharing juga tentang pemasaran dan proses kreatif yang selama ini sudah dilakukan oleh Mbak Diela dan Mas Pras.

SAM_2245

SAM_2246

Tempat workshop kami di lantai 3 Hello2madison. Ketika kami datang, tempat sudah diisi dengan meja, kursi, kuas, notebook, pouch, dan tentunya snack. Kebetulan yang lebih banyak datang ke workshop adalah wanita, partner kerja saya cuma laki-laki satu-satunya yang ikut tentunya dengan salah satu mentor mas pras saja yang laki-laki hehehehe :D.

SAM_2247

Sesi pertama worshop tentunya penjelasan tentang seni lukis atau illustrasi bisa dijadikan produk apa saja sih. Ada yang bisa jadi tas, notebook, fashion product dan juga produk interior seperti bantal, kursi, sofa dll. Kemudian dari kedua mentor mensharingkan pengalaman mereka dalam membuat produk kreatif, bagaimana memasarkan sendiri produk karya kita atau bisa juga kita menitipkan ke art galeri tentunya seperti Catalyst Art atau Kopi Keliling (yang sudah pernah saya tulis di blog ini juga) dengan penyeleksian dan agreement fee yang disepakati. Kemudahan media digital dan lifestyle manusia sekarang yang tidak bisa jauh dari gadget sangat mempengaruhi perkembangan dunia seni dan ilustrasi, setidaknya dengan adanya instagram dan path lebih banyak illustrator yang bisa menawarkan jasa dan produk ke masyarakat.

“Saya waktu itu mulai dengan sesuatu hal/produk yang saya sendiri ingin kemudian baru beberapa teman dekat mulai memesan.” D.M

Mungkin banyak dari para seniman atau illustrator yang bertanya awalnya, karya seni saya mau di jadikan produk apa ya? memangnya kalo saya buat produk ini akan ada yang beli? Itu pertanyaan awal saya ketika memulai usaha, saya dan partner kerja saya sempat bingung ini mau buat apa ya ke depannya. Project pertama kami adalah kartu, pembatas buku dan notebook dengan tema wisuda karena event yang dekat waktu itu wisuda, memang kami hanya jual ke beberapa teman dan grup di whatsaap dan line, kami bersyukur ada yang membeli meski tidak begitu banyak sampai akhirnya kami dapat pesanan kartu custom, portfolio band, dan keperluan event. Mbak Diela sendiri sempat sharing awalnya dia membuat sesuatu murni untuk keperluan personalnya saja sampai dapat pesanan dari teman dekatnya.

Mulailah dari sesuatu yang memang kalian inginkan secara personal dan mungkin orang lain menginginkan hal itu.

Salah satu peserta workshop juga sempat menanyakan, sampai ditahap apa Mbak Diela menemukan style gambarnya sendiri. Mbak Diela sempat menceritakan awalnya dia latihan menggambar terus sampai akhirnya yang digambar wanitanya berciri khas tertentu, sering memakai warna tertentu dan sebagainya, pasti ada satu titik akan sadar style gambarnya kita sendiri dan yang terpenting latihan terus menerus :). Peserta yang lain juga ada yang bertanya, bagaimana untuk menetapkan harga produk kita, kan kalau Mbak Diela mungkin pede menetapkan harga karena sudah punya nama tetapi kalau kami yang masih belum di kenal mungkin susah dan banyak komentar “kok mahal amat sih kan tas begitu paling cuma berapa puluh ribu?” dan sebagainya. Di situ kami di tekankan jangan takut untuk memberikan harga untuk hasil karya kita, harga tentunya sudah termasuk untung, biaya produksi, biaya transport kalau ada. Intinya sih jangan takut, karena pembeli bukan hanya membeli karya seni tetapi juga jasa dan produksi, toh masalah selera bagus atau tidak, balik lagi selera itu beda-beda setiap orangnya.

Setelah penjelasan dan sharing panjang lebar mulai deh kami melukis di sampul notebook yang memang khusus dibuatkan untuk dilukis dan pouch dari kanvas yang bisa dilukis juga :D. Cat yang kami gunakan merupakan cat Arcylic, katanya jika pouchnya di cuci tidak akan luntur karena pakai cat arcylic.

SAM_2255 edit

SAM_2256 edit

Bagi yang ingin mencoba melukis dengan cat arcylic disarankan hati-hati ketika mem-blend catnya yang dicampur dengan air karena cat aryclic agak kental tidak seperti cat watercolour. Hasil karya saya yang atas, gambar seorang gadis sedang menanam, sedangkan yang bawah adalah gambarnya K (partner kerja saya). Saya agak belepotan ketika mencoba melukis dengan cat arcylic, sedangkan temen saya lebih jago mem-blendnya :p. Selesai kelas kami foto bersama dengan mentor dan peserta lainnya. Kami juga sempat foto bersama dengan mentor.

SAM_2262 edit

Bagi yang belum pernah ke Hello2madison, tempat ini tidak hanya untuk workshop lho tetapi juga menjual furniture untuk interior, art merchandise, dan di lantai paling bawah ada cafe kecil untuk minum dan makan-makan cantik.

Lantai dua lebih banyak dengan keperluan interior seperti bantal, sofa, kursi dan sebagainya. Kalau kalian seperti saya yang memang suka dengan dunia illustrasi, seni dan ruang (karena basic saya Arsitektur) akan betah baget keliling liat-liat disini, rasanya pengen dibeliin satu-satu barang-barangnya hehehehe.

Lantai pertama lebih banyak pajangan produk artwork, tas, pouch dan juga ada cafe untuk bersantai. Kami sempat makan di area cafe karena workshop hampir seharian jadi peserta tetap mendapat makan siang. Kami malah jadi lama pulang karena kelamaan lihat-lihat barang dan art merchandise.

Bagi yang penasaran tempat Hello2madison atau yang ingin kesana untuk belanja atau hang out di cafenya, Hello2madison ada di Promenade 20 Building jl.Bangka Raya 20 Kemang. Sekali lagi, ini bukan pesan sponsor lho ya, murni karena saya ikut workshop disana.

Selamat menjelang Tahun Baru guys! 🙂

Grow, Keep Growing!

Sebulan yang lalu tepatnya malam hari, saya sedang chat dengan seorang teman semasa kuliah yang masih bergelut di dunia per-arsitektur-an dan masih menikmati hal itu sampai sekarang. Saya memang masih menjaga hubungan dengan sahabat-sahabat terdekat saya khususnya sahabat SMA saya dan sahabat ketika saya kuliah.

Saya cerita banyak hal tentang kecemasan saya ketika masih bekerja di konsultan arsitek yang sering bergulat dengan revisi dan lembur-lembur. Saya tidak bilang saya tidak suka profesi ini tetapi profesi ini termasuk profesi yang punya tingkat stress yang tinggi. Teman saya ini juga cerita tentang kesulitan dia tetapi di balik itu kecintaan dia terhadap design dan ilmu yang ingin dia pelajari serta masih mencari kantor yang lebih baik untuk perkembangannya dirinya, membuatnya tetap mau maju di bidang ini. Profesi ini juga belum dihargai di masyarakat, mungkin karena masyarakat tidak tahu bagaimana proses dibalik design itu dan mamfaat design itu sendiri. Baru-baru ini saja mulai ada kesadaran akan design misalnya dari penataan kota, itu juga karena beberapa pemimpin sudah mulai sadar bahwa rancangan kota yang baik membantu kesejahteraan kota tersebut.

Ditengah-tengah curhatan saya, sempat terlontar ucapan ini, “duh, R (Inisial teman saya) bukannya kalo ga bertalenta-talenta amat dibidang ini juga sia-sia aja ya ke depannya”. Kemudian R membalas ucapan saya, “Tapi yang hanya modal talenta juga akan kalah sama yang berusaha keras mon, dan satu lagi kita harus ingat kerja, kerja dan kerja”. Lalu saya cuma menjawab “Iya sih”. Saya sempat berpikir masa iya sih yang bertalenta akan kalah sama yang tidak bertalenta banget tapi bekerja keras?

 

“Tapi yang hanya modal talenta juga akan kalah sama yang berusaha keras mon, dan satu lagi kita harus ingat kerja, kerja dan kerja”

 

Pertanyaan ini membawa saya ke masa ketika saya duduk di bangku SMA, saya bukan murid yang sering ranking atau yang masuk sepuluh besar di SMA saya, cuma saya anti banget dengan yang namanya mencontek karena saya rasa tidak akan ada ilmu yang nempel di otak saya kalo kerjaan saya hanya mencontek. Jika ingin setidaknya lulus ujian ya saya berusaha belajar, berusaha mengerti. Saya juga tidak memindset diri saya untuk harus rangking atau nilai sempurna di semua mata pelajaran, saya realistis, kesempurnaan hanya milik Tuhan ahhaahha. Sekali lagi saya hanya mengedepankan apa yang saya sebut mengerti dibanding sekedar nilai dan predikat. Saya juga ingat guru-guru bimbel saya di INT*N dulu selalu bilang mereka tidak mau meremehkan murid yang tidak pintar tapi rajin belajar dan tidak gampang menyerah, karena setiap tahun ketika ujian masuk perguruan tinggi, hal yang terjadi malah sebaliknya, murid yang rangking tinggi di Try Out malah tidak lulus, sedangkan yang rangkingnya biasa aja atau terlihat kayaknya tidak akan lulus justru malah lulus karena kerja keras murid tersebut, dan satu faktor lagi faktor keputusan Tuhan. Ternyata ada Tangan Sang Maha Kuasa yang membolak balik kan jalan manusia sehingga manusia tidak bisa menyombongkan diri.

 

Ternyata ada Tangan Sang Maha Kuasa yang membolak balik kan jalan manusia sehingga manusia tidak bisa menyombongkan diri.

 

Saya juga sempat berpikir kalo terus-terusan saya melihat orang yang bertalenta dan diatas saya terus, saya akan berpikir seperti ini “Yah, kan ada yang lebih bagus dari saya buat apa juga saya berusaha”, yang lebih bagus tidak akan pernah ada habisnya, yang lebih bagus dan lebih bagus lagi dari kamu akan banyak dan banyak lagi. Yang lebih jelek? lebih banyak lagi hehehhe. Tapi tenang, setelah di dunia alumni ga ada Ujian Nasional ataupun ujian-ujian yang lain hanya ada kamu mau berusaha apa tidak? kamu mau berkembang atau tidak? kamu mau maju apa tidak? Dan jalan setiap orang akan sangat berbeda.

 

“Yah, kan ada yang lebih bagus dari saya, buat apa juga saya berusaha”, yang lebih bagus tidak akan pernah ada habisnya, yang lebih bagus dan lebih bagus lagi dari kamu akan banyak dan banyak lagi. Yang lebih jelek? lebih banyak lagi hehehehe.

 

Saya sempat lho punya waktu dimana saya lihat orang lain sukses dengan begini, saya ikutin juga dan pada akhirnya saya sendiri yang kacau balau karena saya tidak bisa menemukan diri saya tuh siapa dan keunikan saya apa karena kerjaan saya hanya liat orang dan saya ikutin, dan sekali lagi belum tentu itu jalan yang ditakdirkan untuk saya.

Saya mengibaratkan diri saya sebagai buah Lemon, banyak macam buah di dunia ini tapi ada aja yang tidak suka lemon, ada saja yang tidak butuh lemon tapi ada yang justru sangat butuh buah lemon. Saya juga belajar tidak semua orang menghargai kerja saya, hasil karya saya, karena tidak semua dari mereka suka “Lemon” dan butuh “Lemon”. Saya juga tidak perlu memaksakan diri saya jadi “Strawberry” karena saya tidak akan pernah cukup bagi yang menyukai “Strawberry”, saya hanyalah “Lemon” tetapi pasti ada yang butuh saya.

 

Saya juga tidak perlu memaksakan diri saya jadi “Strawberry” karena saya tidak akan pernah cukup bagi yang menyukai “Strawberry”, saya hanyalah “Lemon” tetapi pasti ada yang butuh saya.

 

Pekerja yang baik apapun profesinya adalah pekerja yang terus berkembang bukan yang hanya hasilnya bagus. Berkembang disini dari segi attitude, dari segi dia melayani dengan jasa dan karyanya. Saya teringat waktu ke mall, saya dan teman saya lagi liat-liat brand make up yang sudah dikenal tetapi kami akhirnya tidak berniat membeli dan pergi karena mbak-mbaknya jutek dan ogah-ogahan melayani kami, siapa juga yang mood beli kalau tidak dilayani dengan baik. Saya lebih menghargai orang yang terus berkembang dan berkarya dari segi attitude dan cara melayani klien yang baik dibanding yang hanya berpikir apa yang dia buat wah dan bagus terus sudah sampai disitu saja tetapi pelayanannya ngasal. Sejak saya buka usaha dan punya klien sendiri, jujur melayani dengan baik itu susah, itu tidak gampang.

 

Saya lebih menghargai orang yang terus berkembang dan berkarya juga dari segi attitude dan cara melayani klien yang baik dibanding yang hanya berpikir apa yang dia buat wah dan bagus dan sudah sampai disitu saja tapi pelayanannya ngasal.

 

Kembali lagi ke chat saya dengan teman saya R. R sempat melamar ke sebuah kantor yang sangat bagus di luar negri tetapi belum dapat diterima. Tetapi R tidak berhenti sampai situ, dia terus berkembang dengan ikut sayembara ataupun project freelance. Saya justru sangat terinspirasi, iya ya kita tidak berhenti ketika orang lain lebih baik dari kita atau karena orang lain lebih bagus dari kita, karena tidak akan ada habisnya. Kita hanya bisa berusaha terus maju dan berkembang dengan apa yang kita punya dan apa yang ingin kita kejar, urusan diluar itu, performa orang lain lebih baik atau jalan Tuhan menyuratkan hal lain itu bukan urusan kita dan diluar otoritas kita.

 

Kita tidak berhenti ketika orang lain lebih baik dari kita atau karena orang lain lebih bagus dari kita, karena tidak akan ada habisnya. Kita hanya bisa berusaha terus maju dan berkembang dengan apa yang kita punya dan apa yang ingin kita kejar, urusan diluar itu, performa orang lain lebih baik atau jalan Tuhan menyuratkan hal lain itu bukan urusan kita dan diluar otoritas kita.

 

Selamat terus berkembang dan berkarya apapun itu bidangnya 🙂 !

 

11875476_1693171820916105_1301205364_n

image source : http://www.online-instagram.com/media/1074837680070040607_28574582

 

Time to relax in December

Hai! beberapa hari yang lalu saya baru menyelesaikan pesanan untuk event dan pesanan custom kartu natal, sehingga saya baru bisa menulis blog lagi hari ini. Tidak terasa kita sudah berada di ujung tahun, dan juga dalam masa menyambut natal. Hawa liburan sudah terasa, banyak undangan event serta acara keluarga tentunya. Akhir tahun adalah waktu yang cocok untuk refleksi selama satu tahun, berlibur atau sekadar bersantai dirumah sambil relaksasi seperti merendam kaki dan  berendam di bathtub.

Saya suka sekali membeli produk perawatan mandi, karena mandi merupakan waktu relaksasi bagi saya sehabis aktivitas, khususnya mandi sore karena waktu sore adalah waktu dimana aktivitas seharian sudah berakhir. Berikut ini produk yang awal bulan ini saya beli dari The Body Shop.

Fuji Green Tea Body Wash.

Produk ini punya efek segar di badan setelah memakainya, wanginya juga segar. Sabun ini agak kental, awalnya saya takut akan banyak berbusa dan menyebabkan saya gatal-gatal lagi tetapi sampai sekarang kulit saya baik-baik saja setelah memakai produk ini dan tidak ada efek samping, maka produk ini aman di kulit saya.

Strawberry Body Sorbet.

Saya suka wanginya yang sangat kental dengan wangi buah strawberry, ketika dioelaskan ke kulit, produk ini ringan dan tidak menimbulkan efek lengket serta cepat menyerap. Saya pakai biasanya sesudah mandi dan sebelum tidur.

image source : photo by @blueskyandme

Happy holiday guys 🙂 !

Kopi Keliling 2015

Halo! Saya sempat berhenti update blog karena beberapa hari yang lalu saya jatuh sakit sehingga saya harus istirahat sekitar 3-4 hari karena demam. Akhirnya setelah agak merasa sehat saya lanjut lagi untuk menulis blog. Sebelumnya, saya sudah pernah menceritakan pengalaman saya ke Catalyst Art di blog ini, dan ternyata sebulan yang lalu saya mendapat email dari kopi keliling berupa info adanya pameran dan bazaar art di KunCit pada tanggal 29-30 November 2015. Saya sangat tertarik untuk datang, karena dilihat dari notif email lebih banyak yang berpartisipasi di pameran ini dan juga tidak hanya pameran seni tetapi juga ada stand-stand kopi disana.

Saya berangkat dari rumah agak siang dan karena sabtu macet sekali terutama daerah kuningan saya telat sampe 1,5 jam. Ada tiga spot di Kuncit yang menjadi area pameran kopi keliling, satu untuk bazaar karya seni, satu lagi khusus workshop, dan satu lagi untuk stand kopi dan beberapa karya seni. Ketika saya kesana, masih sepi pamerannya, mungkin karena hari pertama jadi pengunjung belum banyak yang datang.

Tujuan utama saya datang memang karena suka dengan artwork dan produk lokal seniman indonesia, biasanya saya bisa lihat-lihat sambil nanya bahan apa yang dipakai, bagaimana cara membuatnya, saya juga suka kenalan dengan seniman-seniman muda. Berhubung saya juga sedang membangun usaha dalam bidang grafis jadi lumayan bisa banyak belajar dan bisa melihat karya seni orang lain yang macam-macam bentuknya.

P1040607

Tiket masuk untuk pameran yaitu Rp. 25.000,- untuk satu orang dan tiket bisa di tukarkan dengan kopi yang ada di spot pameran selanjutnya.

P1040567

P1040568

Waktu pertama kali masuk ke pameran langsung warna warni muncul dari produk yang di pajang oleh pemilik stand. Barang-barang yang djual juga beragam dari boneka, tas, artwork, keramik dan lain-lain.

MY FAVORITE LIST AND WHAT I BOUGHT

Here is, my favorite stands! Beberapa dari stand ini berhasil membuat saya tidak bisa menahan diri untuk tidak beli hehehe.

P1040597

P1040598

@deraumade

P1040600

@aufag

P1040569

@obie_id

P1040586

@maskrib

P1040570

@nengirene

P1040589

@sarkodit

COFFEE AT THE END

Setelah seharian saya menjelajah bazaar dan membeli beberapa artwork, saya pergi ke spot terakhir pameran dimana ada beberapa stand kopi sudah siap menawarkan kopi racikan mereka.

P1040606

Tiket pameran bisa di tukar dengan se-cup kopi, bahkan panitia menyiapkan stiker supaya gelas cup kopi bisa dihias sesuka hati kita.

SquareMaker_20151130102927489SquareMaker_20151130154656215

Ada yang pergi ke pameran kopi keliling? feel free to share your own favorite stands 🙂