Goodbye 2015, Welcome 2016

Post ini baru saya buat pada tanggal 3 Januari 2016. Niatnya ingin mem-post-kan tulisan ini tgl 1 Januari 2016, tetapi karena dua hari setelah tahun baru 2016 ini banyak saudara dan keluarga besar dari pihak ibu saya yang datang dan makan besar dirumah, saya baru bisa post tulisan ini sekarang. Hal yang paling saya senangi adalah dirumah banyak makanan, mau dari yang dibeli sendiri atau diberikan oleh saudara saya yang datang, saya sangat bersyukur sampai tahun ini saya dan keluarga tidak kekurangan apapun.

Tahun 2015 merupakan tahun jatuh bangun saya sendiri secara pribadi. Mulai dari pekerjaan, kesehatan, kebingungan saya juga untuk melangkah kedepan, kecemasan saya akan masa depan, keraguan saya untuk mempercayai orang baru, dan ketakutan akan usaha yang saya jalankan nasibnya akan seperti apa. Saya hanya bisa berserah untuk kedepan, agar saya bisa kuat menjalani apapun itu, dan tentunya agar saya bisa jadi lebih besar dari ketakutan saya sendiri.

Satu hal yang saya syukuri adalah saya masih bisa bertahan sampai hari ini dengan berbagai pergumulan yang mungkin tidak saya share secara frontal di blog saya karena hal itu sangat private dan hanya beberapa orang yang saya percaya mengetahui pergumulan saya.

Saya bersyukur setelah saya tidak bekerja kantoran pun saya bisa memulai usaha sendiri meski jatuh bangun dan tentunya pusing karena pertama kalinya bangun usaha, meskipun saya punya partner kerja yang bisa saya andalkan. Saya bersyukur untuk partner kerja yang merupakan salah satu teman se-geng dikuliah, yang sudah tahu buruk baiknya saya, dan saya bisa percaya untuk share ketakutan-ketakutan saya tanpa merasa di-judge. K (inisial partner kerja saya) if you read this, I want to say thank you for everything. 

Saya bersyukur untuk teman-teman dekat saya yang mendukung saya dalam keadaan apapun, bahkan jadi penguat saya ketika saya jatuh, untuk KTB saya (Ana, Grace, Erin, dan Tresia), terima kasih :). Saya juga bersyukur untuk seseorang yang selalu ada di kapan pun saya mau curhat dan juga tidak pernah men-judge saya, you know who you are, saya hanya bisa mendoakan kebahagiaanmu selalu, thank you for everything! Saya bersyukur juga untuk keluarga saya yang sudah mulai mengerti kondisi saya dan masih tetap merawat dan juga tidak mengurangi kasih mereka terhadap saya.

Saya berterima kasih untuk teman-teman yang sudah memesan melalui colourpalette, saya sangat menghargainya. Saya juga berterima kasih untuk beberapa teman yang mendukung saya dalam menulis blog dan belajar make up, butuh keberanian dan kepercayaan diri untuk melanjutkan semua ini, semua hal yang awalnya sempat saya lupakan dan saya lanjutkan lagi.

Saya berterima kasih untuk yang pembaca blog saya, bahkan yang juga mengontak saya secara personal serta membagikan cerita mereka, saya sangat menghargainya :), karena dari kalian-lah saya jadi tahu bahwa tulisan saya bisa bermamfaat bagi orang lain.

Saya juga berterima kasih untuk orang-orang yang juga telah mengecewakan saya, menyakiti saya atau yang memandang saya sebelah mata, sadar tidak sadar mereka yang mengajarkan saya untuk tetap baik kepada orang lain karena semakin hari orang baik semakin langkah :p. Jika saya tidak disakiti, maka saya akan terus-terus-an naif, terima kasih telah membantu melahirkan versi terkuat saya dan juga membuat saya waspada dan tidak terlalu cepat mempercayai orang lain :).

Kita tidak bisa melihat masa depan, kita tidak tahu tahun ini akan jadi seperti apa. Apakah akan lebih baik? Apakah akan lebih buruk? Saya hanya tahu satu hal yaitu terus berjalan, terus melangkah, terus maju karena tidak ada apapun yang sudah ditinggalkan akan kembali lagi dan percayalah ada Tangan Sang Mahakuasa yang sedang mengarahkan, meski kadang kita tidak sadar. Semua akan berubah, begitu pula dengan kita 🙂

Terus berjalan, terus melangkah, terus maju karena tidak ada apapun yang sudah ditinggalkan akan kembali lagi dan percayalah ada Tangan Sang Mahakuasa yang sedang mengarahkan dan menopang kita, meski kadang kita tidak menyadarinya.

Happy New Year 2016! Keep Moving Forward Dear!

new2016
illustration by @blueskyandme.wordpress.com/@monalisadeborah

Time to relax in December

Hai! beberapa hari yang lalu saya baru menyelesaikan pesanan untuk event dan pesanan custom kartu natal, sehingga saya baru bisa menulis blog lagi hari ini. Tidak terasa kita sudah berada di ujung tahun, dan juga dalam masa menyambut natal. Hawa liburan sudah terasa, banyak undangan event serta acara keluarga tentunya. Akhir tahun adalah waktu yang cocok untuk refleksi selama satu tahun, berlibur atau sekadar bersantai dirumah sambil relaksasi seperti merendam kaki dan  berendam di bathtub.

Saya suka sekali membeli produk perawatan mandi, karena mandi merupakan waktu relaksasi bagi saya sehabis aktivitas, khususnya mandi sore karena waktu sore adalah waktu dimana aktivitas seharian sudah berakhir. Berikut ini produk yang awal bulan ini saya beli dari The Body Shop.

Fuji Green Tea Body Wash.

Produk ini punya efek segar di badan setelah memakainya, wanginya juga segar. Sabun ini agak kental, awalnya saya takut akan banyak berbusa dan menyebabkan saya gatal-gatal lagi tetapi sampai sekarang kulit saya baik-baik saja setelah memakai produk ini dan tidak ada efek samping, maka produk ini aman di kulit saya.

Strawberry Body Sorbet.

Saya suka wanginya yang sangat kental dengan wangi buah strawberry, ketika dioelaskan ke kulit, produk ini ringan dan tidak menimbulkan efek lengket serta cepat menyerap. Saya pakai biasanya sesudah mandi dan sebelum tidur.

image source : photo by @blueskyandme

Happy holiday guys 🙂 !

25TH MY LIFE JOURNEY

Tidak terasa saya sudah berusia 25 tahun alias seperempat abad padahal saya masih merasa belum sepenuhnya dewasa secara pikiran terutama. Banyak hal sudah terjadi di dalam hidup saya, dan saya berubah, saya berkembang dan hal itu wajar bagi seorang individu. Dua tahun dalam perjalanan lepas dari Universitas merupakan perjalanan yang susah dan penempaan yang hebat bagi saya secara pribadi, saya baru pertama kalinya merasakan “jalan sendiri” secara individual tidak ada lagi teman se-geng atau teman sekelompok yang bisa diajak bersama-sama hampir setiap waktu ketika kuliah, dan saya yakin bukan hanya saya yang merasakan perubahan ini. Saya juga merasakan jatuh bangun mencari apa yang orang bilang “passion” yang saya lebih suka mengatakannya sebagai “panggilan” dan masih banyak lagi termasuk perubahan pandangan tentang kehidupan asmara. So here is my list about my 25th life journey!

1. I am important.

My anxieties, my thoughts, my feelings and my dreams are important even when other people don’t think so. I am important in this hectic and busy generation which tends to be ignorant about anything except their own interests.

2. I have my own standard of success and happiness.

I don’t delude myself to be good enough and live up to other people’s definition of success and happiness. I have my own J now.

3. My insecurities are what shapes me.

My insecurities are the things that shapes and makes me into what i am. I should accept that as a part of my life even when other people don’t.

4. It’s harder to forgive people when I am all grown up

All failures and dissapointments left deep scars on me. Broken heart is one of them, and it left deeper scars than the ones i experienced when I was younger. I’m still anxious about forgiving myself and the people who have hurt me. We can give forgiveness but not give all of our trust again, trust is earned.

5. I learn to be patient against hard headed people.

I always remember that adults are childrens who survived, they have their own battles even when we don’t really see them.

6. I don’t wait anymore.

I don’t wait for people, i don’t wait for opportunities, I make my own now, I don’t wait for life to give me a cupcake for the moment, cause every moment, good or bad, are still a part of me, part of my life. I don’t wait for the best love story in my life and I don’t care about what society tells me even when i’m not with a man. I’m totally complete with or without him, I fight my own demons as long as I live.

7. People come, go, and change, so will i

There are some people who will leave us, and they’re the same people who stayed with us during our darkest and brightest moments, and that’s okay, change is a part of life, part of growing up. I relish those who stay, they are my diamonds.

8. I learn to collect moments and secrets in private.

I don’t always share a lot of happy or sad moments, Those are private things to me now. There are some moment that are really precious that we don’t want to share to the public and there are some sad moments that we want to keep to ourself or just to some close friends. Everybody doesn’t have to know about everything, the most important thing is that you know yourself enough.

9. A heart to listen is rare in this busy generation

We are a part of a busy generation now and it’s hard to find someone with a kind heart to listen. I always respect the ones that likes to share their problems and their life to me, because that inspires me too. I also respect the ones that lend their ears and heart to listen about my problem.

10. Everything is temporary, be careful with “too much”

People, relationships, work, money, and life are temporary things that we will take responsibilities for when we are dead. Everything that is too much will hurt to much too. We just have to be wise and sensible with those temporary things. We don’t bring anything and we leave without bringing something too.

11. Live in the present

Living in the past will make you guilty, and thinking about the future will give you anxieties. Live in the present with what we have and what we do, live in the NOW.

12. Don’t corrupt the definition of life

Life is not just about passion, work, ambitions, goals, scholarships and other prominent things. The small things are a part of life too, hang out with friends, me time, dinner with family, holiday and etc. Life is complex, life is many things, don’t corrupt the definition of life.

13. There are times to be active, and there are times to be passive

Sometimes life gives you nothing so you have to start with what you have. Sometimes life gives you everything so you have to be wise to use it. Sometimes life leads you directly but sometimes you have to lead your life and find your purpose.

14. If I fail, I try again

I should stay true to myself, failure is not a big thing but it’s hard in this perfect wannabe generation. We are not a perfect creature, and life itself is not perfect, so it’s okay to fail, let’s try again tommorrow.

15. When you break, the stonger version of you will be born

When an egg cracks, a little chick is born. For me, when life breaks me, a stronger version of me will be born too.

16. Train yourself not only to be pretty, but also be baddass and a fighter!

I train myself to not only be pretty but to be badass, cause we know life is a real battle, we have to fight the bad stuff.

17. Friend is not a number anymore, its about who stays during our brightest and darkest moment.

18. The one that you should ask for directions the most are your Creator and yourself.

19. I am not a perfect worker, I am the “I will try to be better worker”

20. I learn to say No and not feel guilty about it, I am not alway the YES girl.

21. I learn to be grateful about everything even during the bad days.

22. I take pride in everything that I do, I learn to appreciate my own work.

23. It’s okay to tell and say what you feel, we don’t know how much time we have left.

24. I learn not to be hard on myself or the inner child inside me.

25. I learn not to stay in bad relationships with people and not feel guilty about it anymore.

HAPPY 25TH MYSELF!

little mo birthday.jpg
happy birthday little me! by @blueskyandme.wordpress.com

MY NEW MAKE UP REMOVER PRODUCT, CORINE DE FARME

IMG-20151115-WA0012 A
image source : @blueskyandme.wordpress.com

Kalau ngomongin tentang make up, dan skin care sebagai wanita sepertinya tidak akan ada habisnya ya. Sebulan yang lalu saya sedang jalan ke mall dan seperti biasa saya mampir ke Guardian untuk membeli make up remover, karena make up remover yang biasa saya pakai , Maybelline Eye Lips Make Up Remover, sudah habis dan sebenarnya saya juga ingin mencari-cari mana tau ada product make up remover lain yang cocok dan praktis bukan hanya untuk mata dan bibir tetapi untuk kulit wajah.

Sehari-hari memang saya selalu memakai BB cream karena praktis dan sudah sepaket ada pelembab, SPFnya dan untuk perawatan mencegah jerawat. Dulu saya cuek banget tidak memakai apa-apa keluar rumah karena merasa ribet banget harus pake BB cream dan make up. Setelah saya tahu kalau sinar matahari siang juga bisa merusak kulit wajah akhirnya deh saya rutin memakai perawatan setidaknya BB cream kalau mau pergi keluar rumah. Ternyata setelah saya perhatikan lagi kulit wajah saya jadi cerah dibanding biasanya jika pergi-pergi tanpa perawatan, wajah jadi cepat gosong, kusam dan cepat timbul jerawat.

Aktivitas rutin memakai make up juga kadang membuat saya takut. Kulit wajah saya cepat berminyak karena aktivitas, jadi pori-pori wajah juga terlihat besar dan memang saya sempat baca di beberapa artikel kalau sebab pori-pori membesar sangat banyak, bisa karena kotor, karena obat kimia, dan karena kurang bersih saat membersihkan wajah dari make up. Setelah mengetahui fakta tersebut saya jadi aware sekali untuk mencari make up remover dan rutin membersihkan wajah 2 kali dalam sehari.

IMG_20150425_180102 C.jpg
image source : @blueskyandme.wordpress.com

Saya ditawari produk ini oleh mbak-mbaknya Guardian ketika saya sedang mencari make up remover. Saya sempat takut awalnya dengan produk baru yang merk-nya juga jarang saya dengar, saya sempat bilang kalau wajah saya sensitif dan mudah alergi jika sembarang pakai produk. Mbaknya kemudian menjelaskan bahwa produk ini lebih banyak pakai bahan alami, bahkan di botolnya tertulis,

“Diformulasikan 97% bahan alami, bebas paraben, bebas pewarna, hypoallergenic, diformulasikan di bawah pengawasan farmasi dan diuji dibawah pengawasan dermatologi dan oftalmologi”

Akhirnya saya tertarik untuk membeli dan mecoba produk ini, awalnya saya membeli versi Eye Make Up Remover Lotion dan karena saya cocok memakainya serta suka teksture-nya yang lembut, bulan berikutnya saya beli ya Make Up Remover Milk-nya. Kedua tekstur make up remover ini hampir mirip namun lebih ringan sedikit teksture Eye Make Up Remover karena memang bentuknya lotion dan digunakan di area mata. Make Up Remover ini bisa sekaligus sebagai perawatan wajah jadi tidak hanya sebagai penghapus make up saja.

Teksture-nya lembut dan tidak berat serta berlemak ketika dipakai di wajah, ringan dan cepat meleleh di kulit, baunya juga lembut dan tidak menyengat. Cara memakainya di pijit di wajah untuk mengeluarkan make up dari kulit wajah, saya agak hati-hati ketika membersihkan di area mata karena kulit area tersebut lebih tipis, dan satu lagi produk ini tidak perih di mata. Setelah selesai memijat susu pembersih di wajah bisa langsung dibersihkan dengan kapas, kalau saya lebih sering membersihkannya dengan handuk kecil dan air hangat jadi menambah efek segar di wajah setelah itu saya bilas lagi dengan air dingin.

before after blend
image source : @blueskyandme.wordpress.com

Dua bulan memakai product ini saya merasa kulit wajah saya jadi lebih bersih dan lebih kesat tapi tidak membuat wajah saya jadi cepat kering. Sejauh ini tidak ada efek samping dan aman di kulit saya. Saya rutin pakai sebelum mandi di pagi hari dan sebelum mandi menjelang tidur sesudah beraktivitas. Saya sangat suka produk ini karena praktis dan juga bisa sebagai perawatan wajah serta gampang di dapat di toko Guardian terdekat. Harganya mulai dari 75-125 ribu terakhir saya cek di toko, sempat ada diskon juga untuk produk ini. Produk bisa dipakai selama 1-2 bulan bahkan lebih, 1-2 tetes dari botol cukup untuk membersihkan seluruh wajah, mungkin agak extra di bagian mata jika memakai riasan mata lengkap yang waterproof. Ada yang mau share produk make up remover favorite-nya? feel free to share about your make up remover product in my comment section 🙂

IMG-20151115-WA0012 B
image source : @blueskyandme.wordpress.com

Long Life Learning Lesson, Money and Saving

Setelah saya tidak bekerja kantoran karena beberapa masalah pribadi menyangkut kesehatan, akhirnya saya buka usaha dengan salah satu teman kuliah saya yang termasuk teman dekat. Saya masih sering curhat dengan teman-teman dekat saya ketika kuliah tentang pergumulan pekerjaan, passion, s2 dan juga usaha yang beberapa di antara mereka memang punya usaha sampingan meski punya pekerjaan tetap.

Saya sempat berbincang-bincang dengan teman saya yang dalam proses resign dari kantor lamanya tetapi pada akhirnya bekerja part time di kantor tersebut sambil mencari lowongan di kantor lain. Saya waktu itu menceritakan niat saya untuk membuka usaha di bidang grafis, karena kebetulan saya sedang suka-sukanya melanjutkan hobi saya yang satu ini dan waktu itu saya menawarkan teman saya ini yang juga senang menggambar, untuk bergabung tapi saya juga bilang bahwa dia berhak untuk memikirkannya baik-baik karena saya tahu dia masih punya kesibukan lain yaitu part time di kantor lamanya.

Singkat cerita, beberapa hari kemudian teman saya menyatakan iya untuk bergabung, mulai deh wacana untuk rapat berapa kali sebulan muncul, project apa yang akan kita mulai karena kita belum dikenal dan pertama kalinya kerja bersama karena waktu kuliah kami jarang satu kelompok. Project pertama yang kami buat adalah hadiah untuk event wisuda, awalnya saya menawarkan ke beberapa teman dekat dan hasilnya lumayan untuk usaha pertama sampai akhirnya kami dapat order untuk portfolio band teman saya dan juga sepaket order untuk event gereja. Waktu itu kami mengumpulkan uang dan membuat pembukuan ala kadarnya karena sama-sama belum berpengalaman buka usaha.

Saya dan teman saya sempat membicarakan hal-hal terkait keuangan seperti, habis itu uangnya di kemanakan ? apakah ditabung saja? Ada keperluan lagi untuk mengembangkan usaha? Saya menyarankan membuat post tabungan khusus untuk workshop/training, jadi beberapa persen tabungan disisihkan untuk dana kami training/ workshop seperti watercolour, bisnis atau les lainnya. Saya sangat menekankan hal itu karena saya ingat perbincangan dengan salah satu teman baik saya, Grace yang juga ilustrator dan punya bisnis event organizer bersama temannya,

Workshop/ training bisa jadi investasi untuk skill ke depan, kayak aku nih akhirnya bisa balik modal alat-alat gambar yang aku beli dengan usaha ilustrasiku.

Saya berpikir, iya juga ya jadi uang yang di dapat bisa diputar lagi untuk menambah skill dan diputar lagi untuk usaha mendapatkan uang lagi.

Ketika saya kerja kantoran, saya masih bodo amat untuk investasi terhadap skill saya, yaudah kerja aja toh itu meningkatkan skill juga kan tetapi semakin kesini saya baru sadar skill setiap individu berbeda dan kantor lebih mengembangkan skill sesuai kebutuhan kantor bukan sesuai individunya, jadi ada skill yang memang kantor kembangkan karena relevan dengan kantor. Kemudian persoalannya adalah bagaimana dengan talenta-talenta kita lainnya? Nah itu tugas kita sebagai individu untuk mengenalinya dan mengembangkannya.

Kembali ke topik paling utama yang jadi judul post kali ini tentang Money and Saving, topik ini jadi penting sekali ketika saya tidak kerja kantoran lagi dimana tidak setiap bulan saya dapat gaji tetap yang cukup, semua tergantung saya dan teman saya mencari customer yang butuh jasa kami dan tidak setiap bulan pemasukannya sama, kadang bisa cukup kadang kurang dari yang diharapkan.

Beberapa hari lalu, saya baca sebuah post dari beauty blogger favorite saya , mbak Andra Alodita, tentang mengelola keuangan secara pribadi dan rumah tangga terus saya jadi berpikir “duh penting nih penting mendekati umur 25 harus bisa mengurus keuangan, gimana nanti kalau sudah nikah ga bisa mengurus keuangan bisa dimarahi suami karena boros, hehehhe.” Saran dari post tentang keuangan tersebut adalah membagi penghasilan langsung ke beberapa post, dan bahkan blogger favorite saya ini membedakan antara untuk Life dan untuk Lifestyle.

Setelah baca itu saya jadi banyak berpikir malamnya, terus saya langsung corat coret skema keuangan saya pribadi serta skema keuangan usaha yang saya jalankan bersama teman saya. Saya juga langsung chat panjang lebar tentang tips keuangan yang saya dapat, “na, kita penting banget lho punya post tabungan untuk usaha kita, jadi bisa untuk investasi skill kita, modal, transport + makan, liburan, dll..bla..bla…bla..bla”, sampai partner kerja saya ini capek mendengarnya tapi diakhir mengerti tentang pentingnya hal itu.

1
image source : @blueskyandme.wordpress.com

Saya juga sempat menekankan pentingnya Agreement rules ketika kita buka usaha atau sebagai freelance. Saya sempat bincang-bincang dengan teman SMA saya yang akhirnya buka usaha grafis sendiri, dan penghasilannya bisa dibilang bisa mencukupi kehidupan teman saya ini. Teman saya ini juga cerita gimana perjalanan dia yang awalnya kerja di perusahaan dan memutuskan buka usaha sendiri, bahkan usahanya sempat diliput di majalah. Teman saya ini bilang Agreement rules penting supaya klien tahu bagaimana aturan untuk kerja sama dengan kita, ga mau kan pada akhirnya sudah capek revisi sana sini terus kliennya ga jadi bayar dengan alasan karena sampai akhir designnya ga sreg, padahal kita mengembangkan sesuai permintaan klien.

Saya juga membiasakan tukar menukar preseden atau contoh di awal ketika mau memulai order, supaya sama-sama tahu dari pihak kita kemampuannya sampai sini dan klien seleranya seperti ini, hal ini juga untuk menyamakan standard hasil nantinya. Agreement rules juga berguna untuk menjaga pembayaran tetap berjalan se-profesional mungkin, misal DP sekian persen, di akhir berapa persen, atau mungkin pengiriman design pertama serta alternatif-nya dibarengi dengan first payment kemudian di akhir baru second payment sekaligus final payment. Bukan hanya tentang pembayaran tetapi juga Agreement rules  menjaga waktu kerja tetap efisien, misal dibuatnya aturan hanya boleh ada tiga revisi dari design pertama, setelahnya di kenakan charge biaya, dan juga ketentuan misalnya menghubungi diatas jam 6 atau 7 malam maka tim kami berhak tidak melayani telpon/sms dari klien karena bisa mengganggu hidup dan waktu istirahat. Agreement rules bahkan penting untuk ditulis sebagai draft formal tulisan atau digital yang bisa dikirim dan ditunjukkan ke klien, jadi ada bukti klien sudah mengetahui dan menyetujui Agreement rules untuk bekerja sama.

Agreement rules juga berguna untuk menjaga pembayaran dan waktu kerja tetap berjalan se-profesional mungkin.

Saya akhirnya membuat tabel keuangan sendiri dengan post-post berupa post tabungan pribadi dan usaha, dari kedua ini bercabang jadi post-post lagi, misal tabungan pribadi saya ada tabungan tetap, tabungan jalan-jalan perbulan, tabungan untuk liburan, tabungan skincare/perawatan, tabungan darurat, tidak lupa ada perpuluhan untuk ke gereja *ini masih berjuang sampai sekarang. Post-post tabungan ini juga saya beri notes, bisa diambil dalam beberapa bulan, misal tabungan skincare/perawatan di ambil setiap 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali untuk membatasi kita tidak belanja terus-terusan dan memisahkan produk mana yang lebih dibutuhkan, tabungan liburan diambil jika sudah setahun/dua tahun, dan tabungan jalan-jalan perbulan diambil setiap bulan.

Post-post tabungan ini juga saya beri notes, bisa diambil dalam beberapa bulan, misal tabungan skincare/perawatan di ambil setiap 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Sedangkan untuk keuangan usaha, saya membaginya jadi post tabungan modal, tabungan workshop, makan + transport, peralatan, liburan, dana darurat dan fee project bagi saya dan teman saya, kalaupun ada keperluan terkait usaha menggunakan uang kami tetap di catat agar bisa ditebus ketika mendapat pembayaran untuk project selanjutnya.

2
image source : @blueskyandme.wordpress.com

Setelah saya selesai membuat tabel keuangan pribadi dan keuangan usaha, habis itu saya pusing, uang memang selalu bikin pusing ya hehehe, tetapi ada rasa puas karena awalnya saya cuek dengan hal ini akhirnya jadi lebih peduli tentang keuangan. Saya juga menerapkan rules, kalau saya belanja melebihi tabungan post skincare misalnya, saya harus menebus dengan bulan, jadi misal tadinya hanya 3 bulan baru bisa belanja lagi ditambah jadi 4 bulan atau 5 bulan, untuk menyeimbangkan saya agar tidak boros, hehehhe.

Satu tips lagi dalam menabung yaitu, “jangan sepelekan uang receh”. Waktu saya kuliah saya punya botol-botol aqua besar yang saya jadikan celengan, awalnya ya hanya sekedar nabung aja, setelah saya hitung lagi tabungan receh saya sampai lho 1 jutaan lebih, dan hanya dari receh. Sejak itu saya jadi rutin, punya gelas/botol bekas untuk jadi tempat tabungan uang receh, hehehe, malah menurut saya botol-botol kaca isinya uang receh itu terlihat cantik apa cantik karena ada uangnya? Ahahahah.

Satu tips lagi dalam menabung yaitu, “jangan sepelekan uang receh”

Money dan Saving kita berubah sesuai keadaan dan ini bisa dibilang long life lesson, seumur hidup tetap belajar mengatur keuangan. Ketika saya nanti sudah menikah akan beda lagi pengaturan keuangannya dan akan bertambah lagi untuk post tabungannya, misal post tabungan pendidikan anak, tabungan keperluan baju anak dan lain-lain dan ketika sudah pensiun juga pasti akan ada perubahan dalam hal keuangan pribadi dan rumah tangga.

Sebulan ini melaksanakan disiplin dalam keuangan terus terang susah, apalagi penghasilan saya tidak se-full ketika saya kerja kantoran, saya lansung gagal di post tabungan skincare dan jadinya saya dapat punishment deh menambah dua bulan dari kesepakatan tabungan saya untuk beli skincare lagi hehehe, habis itu langsung menghindari tempat-tempat belanja, belanjanya makan saja atau jalan hehhehe. Semoga post saya ini bisa jadi sharing yang membantu dan bermamfaat :).

You must learn to save first and spend afterwards.
-John Poole-