FINDING MY WAY

packingtipssuitcasehalffull-4272012-105556_panoramic
sumber gambar : www.budgettravel.com

Saya belum menulis review lagi untuk sementara karena belum menemukan semangat untuk menulis, sementara list-listnya sudah menunggu untuk di kerjakan. Pada awalnya saya menulis blog memang untuk mengisi waktu luang dan mencurahkan pikiran dan hati saya ke dalam bentuk tulisan terkadang pun dalam gambar. Saya termasuk tipe orang yang susah berhenti berpikir dan juga sensitif, terkadang saya ingin sekali menyuruh pikiran saya untuk berhenti dan diam. Pikiran telah jadi salah satu musuh saya selama ini, membuat emosi saya berganti tiba-tiba, membuat saya menarik diri dari orang-orang sekitar dan juga membuat saya kambuh insomnia. Saya selalu sisipkan kalimat dalam doa saya, “Tuhan buatlah pikiran ini tenang agar saya bisa tidur dengan mengetahui bahwa semua akan baik-baik saja”, namun terkadang pikiran ini terlalu susah di suruh diam.

Beberapa perubahan terjadi di keluarga saya, saya pun tidak bisa tinggal diam. Saya mungkin harus bersiap-siap bekerja kantoran lagi. Bayangan saya mulai kelabu, sebenarnya hati saya masih ragu untuk melangkah. Sejak saya mulai membangun usaha kecil dengan teman saya, memang ada pemasukan untuk saya namun tentu tidak cukup jika harus membantu keluarga. Pikiran untuk kerja kantoran lagi pun membuat cemas diri saya. Saya membayangkan harus begulat dengan kemacetan Jakarta, berdesakan dengan keramaian pekerja di jam-jam pulang dan pergi meski memang saya lebih banyak pulang larut malam ketika kerja terdahulu dan keletihan di akhir pekan. Saya juga mempunyai ketakutan dari diri saya sendiri yang susah menyesuaikan dengan lingkungan baru dan masih susah mempercayai orang. Saya pun masih bergulat dengan pergumulan saya sendiri yang tidak bisa saya sebutkan di blog ini.

I’m just feel lost, where do you want me to go, God? Saya teringat akan kisah salah satu nabi yang diutus ke Niniwe. Cerita ini mungkin bukanlah cerita asing karena cerita ini langganan diceritakan di sekolah minggu. Saya pernah berpikir, Yunus adalah seorang nabi yang ngeyel karena ketika diutus, dia malah kabur dan uniknya Tuhan tidak marah secara gamblang atau mengutuk Yunus. Singkat cerita saya penasaran kenapa Yunus kabur dari misi pelayanannya dan ternyata Niniwe adalah Ibu Kota Asyur, musuh Israel yang otomatis Yunus diutus ke bangsa musuh dan menurut beberapa keterangan sejarah, bangsa itu merupakan bangsa yang jahat dan bejat, memerkosa, membunuh, bahkan mereka menaruh kepala korban mereka di leher sebagai kalung. Saya langsung kaget ketika membaca beberapa keterangan tentang latar belakang bangsa Niniwe, saya jadi mengerti mengapa Yunus tidak mau pergi, antara geram, benci, atau ketakutan besar yang semuanya sangat manusiawi. Saya pun mungkin akan berunding dengan Tuhan untuk misi pelayanan lain kalau boleh.

Sejauh apapun Yunus kabur, Tuhan tetap menemukannya dan mengarahkannya ke tempat tujuan. Yunus mungkin merasa dia akan mati ketika di lempar dari kapal waktu badai, namun seekor ikan besar menelannya dan membawanya serta memuntahkan Yunus ke tempat tujuan awal Tuhan menyuruh. Saya yakin berada di dalam perut ikan selama 3 hari bukanlah suasana yang menyenangkan dan tanpa kepastian. Kisah Yunus ini dan kisah-kisah lainnya di dalam Alkitab tanpa sadar membuat saya takut, karena pada akhirnya hanya rencana Tuhan yang berjalan meski hati manusia menimbang banyak jalan. Saya takut karena bisa jadi saya pun bernasib sama dengan Yunus dibawa ke tempat yang menakutkan bagi saya dan mau tidak mau saya harus menghadapinya. Sekali lagi fakta di dunia alumni yaitu pada akhirnya semua orang akan jalan sendiri sendiri di jalannya. Kita tidak akan bisa ikut sana dan ikut sini sesuai kemana teman-teman kita melangkah.

Selesai mengingat kisah Yunus, ada banyak ketakutan dan kecemasan di pikiran saya akan apa yang terjadi di depan nanti. Apakah hal-hal yang lalu akan terulang lagi? Apakah saya akan sanggup melangkah lagi? Malam ini saya tidak bisa tidur karena banyak pikiran berlalu lalang di otak saya. Saya menyempatkan diri untuk menulis terlepas ada yang membaca atau tidaknya curahan kecemasan seseorang di generasi yang sibuk berbicara tetapi malas mendengarkan. Saya hanya bisa berdoa semoga saya diberikan petunjuk dan keberanian untuk melangkah. Sama seperti Yunus yang berada di perut ikan tanpa kepastian, saya pun bimbang dan cemas akan apa yang ada di depan. Tuhan, ingatlah akan saya yang bimbang ini!

Catatan Malam Sebelum Tidur,

Gadis yang cemas

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s