Bahagia itu sederhana tetapi …

page 4 lemon

Siapa sih yang ga mau bahagia? Semua orang pasti ingin bahagia, karena ketika bahagia semua hal menjadi ringan untuk dijalani bahkan rasanya ga sulit untuk bangun pagi dan langsung memulai kegiatan karena kondisi hati sedang bahagia. Semua orang pernah merasakan bahagia, tetapi apakah setiap saat kita akan bahagia? Ya gak selalu. Banyak hal dalam hidup ini yang bisa buat kita bahagia dan tidak bahagia. Misalnya ketika kamu bangun pagi, kamu bahagia karena hari itu kamu akan pergi berlibur ke luar kota, tetapi di tengah jalan mobil kamu ketabrak orang dan orang itu ga mau tanggung jawab untuk mengganti rugi, mood kamu masih bisa senang? Saya jamin mood kamu akan rusak di menit-menit berikutnya. Bahagia adalah perasaan sementara yang dirasakan semua orang, dan coba realistis sedikit jika memang kamu lagi bete dan ga mood ga usah maksain diri kamu untuk bahagia karena kamu akan capek sendiri.

Banyak yang bilang bahagia itu pilihan, well I’m totally agree with this but this statement doesn’t have to force me to feel happy when i don’t feel that way, I’m human and not an angel. Kita punya standard bahagia kita sendiri, dan ga perlu tuh memaksakan standard kebahagiaan orang ke kita. Saya pernah mendengar statement seperti ini, “kok kamu ga betah sih disana, buktinya si X temen kampus kamu masih kerja disana?” atau kalimat kayak gini “Bodo ya dia, malah lanjut ke perusahaan B padahal dia udah lama dan settle banget di perusahaan A”. Berbagai macam komentar orang tentang apa yang mereka pikir baik dan bisa membuat bahagia orang yang mereka tuju. Jujur saya sampai bingung dan tidak habis pikir sama orang yang sering komentar kayak gitu, bagi saya hidup setiap orang berbeda masing-masing dan tidak bisa di generalisasikan, mungkin saja memang ada masalah kantor, masalah pribadi, masalah keluarga, keuangan dan segala hal yang tidak diumbar-umbar dari orang tersebut karena terlalu private untuk diceritakan ke orang lain.

 

BAHAGIA ITU SEDERHANA TETAPI STANDARD ORANG LAIN YANG KADANG MEMBUATNYA RUMIT

Sekali lagi saya tetap berpendapat bahwa bahagia itu sederhana tetapi orang lain bahkan terkadang orang sekitar kita sendiri yang membuatnya rumit. Saya sebagai seorang wanita di usia 25 tahun, dimana akan banyak pertanyaan tentang, kapan nikah? Sudah punya pacar atau belum? Masa ambil pacar dari beda suku? Dan sebagainya dan sebagainya dan jujur pertanyaan berulang ulang tersebut kadang bikin kuping sakit dan juga terkadang bikin hati sakit di saat kita sedang sensi. Celakanya orang yang terus menanyakan dan “merasa standard mereka bisa membuat kita bahagia” tidak sadar bahwa standard mereka bukanlah standard kita untuk bahagia. Sebagai contoh saya tidak suka sama durian, tetapi teman saya suka durian terus dia paksa saya makan durian karena durian itu enak. Akhirnya saya terpaksa makan durian sambil bilang enak enak dan di menit berikutnya saya muntah-muntah di kamar mandi. Seperti orang gila ya, ya benar sekali seperti orang gila!

Celakanya orang yang terus menanyakan dan “merasa standard mereka bisa membuat kita bahagia” tidak sadar bahwa standard mereka bukanlah standard kita untuk bahagia

Saya pernah liat orang gila/tidak waras dijalan yang rambutnya seperti digunting asal-asalan, bajunya pun seperti disobek asal, dan kalo dikasih makanan basi atau apapun yang sebenarnya ga layak untuk dimakan, mereka cuma senyum bahagia, atau bisa aja mereka malah makan makanan basi itu. Kita bukanlah orang gila dan ketika kita diberi sesuatu yang tidak baik menurut kita dan kita tidak suka sangat wajar bagi kita yang orang waras untuk menolak, bahkan dengan kata-kata yang tegas jika mereka sudah mulai kurang ajar ke kita.

 

BAHAGIA ITU SEDERHANA TETAPI EKSPEKTASI ORANG LAIN YANG MEMBUATNYA RUMIT. 

Sering kali manusia punya ekspektasi terlalu tinggi terhadap manusia lain, hati-hati dengan ekspektasi karena pada dasarnya mengandalkan manusia adalah perbuatan sia-sia belaka, manusia selalu mengecewakan. Saya pernah mengekspektasi orang yang saya suka juga tertarik kepada saya, dan hasilnya malah hancur dan ternyata apa yang saya harapkan hanya ilusi belaka. Saya juga pernah berharap beberapa teman dekat saya mengerti akan kondisi saya di saat terpuruk eh ternyata ada aja tuh yang menghindar malah ada yang men-judge saya tanpa dia sebenarnya tahu apa yang terjadi kepada saya, seolah-olah mereka tidak bisa menerima saya di saat saya gagal dan terpuruk, but that’s how you know they are fake people, and thanks God for that.

Orang tua dan saudara sekitar juga kadang menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap kita, kalo tidak lulus di universitas B dibilang bodoh dan sebagainya padahal coba deh pikir, berapa jumlah orang yang ingin masuk dengan kapasitas universitas B, lagipula jika gagal bukan cuma kamu toh yang gagal. Keluarga saya pun termasuk keluarga yang ekspektasi tinggi mulai dari pendidikan, kerjaan, pasangan hidup dan sebagainya dan sebagainya. Saya juga pernah merasakan gimana orang lain berekspektasi tidak wajar terhadap saya dan pada akhirnya saya pun bingung sendiri dengan orang berekspektasi tinggi.

Seperti contohnya saya orang yang termasuk diam kalo marah, saya orang yang memendam amarah, dan di satu sisi saya menahan mulut saya dari kata-kata yang tidak saya olah terlebih dahulu ketika saya emosi, jangan sampai kata-kata itu merugikan orang lain dan juga merugikan saya. Tetapi justru yang terjadi adalah orang lain mengenal saya sebagai seseorang yang polos, sabar, diem aja kalo dikata-katain dan mungkin ada kali yang berpikir seperti ini, “ah mona ini, polos bego begini mah bisa kita mamfaatin dan kata-katain sesuka hati” dan ketika saya melakukan perlawanan malah orang tersebut sontak marah dan bilang harusnya saya tidak marah dan dia bilang baru tau hati saya sebenarnya tidak baik, sedangkan jika adik saya yang terkenal dominan dan marah sana marah sini justru orang tersebut tidak berani menegur. Saya jadi belajar mungkin karena saya bersabar justru mereka ekspektasi tinggi ke saya, padahal saya bukan malaikat lho, saya manusia. Sejak saat itu saya marah jika memang saya perlu marah dan mulai bodo amat dengan ekspektasi orang-orang kalo saya harus jadi anak baik.

Saya juga mulai berpikir jika saya malah terus hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain, saya sendiri yang capek dan misalnya saja saya dapat pasangan yang abusive wah saya bisa kacau balau karena orang yang abusive selalu merasa dirinya korban dan sayalah yang harus mengalah, seolah-olah sayalah yang harus jadi anak baik dan pada akhirnya saya tidak bisa stand up untuk membela diri saya.

 

BAHAGIA ITU SEDERHANA TETAPI BUTUH USAHA 

 Bahagia itu sederhana, seperti memutuskan untuk berlibur, memutuskan untuk mengambil s2, memutuskan untuk ikut komunitas hobi yang sama, tetapi semua itu butuh usaha. Kebahagiaan itu diusahakan dan bukan hanya datang ke kita. Apel yang sudah matang di pohon tidak akan selalu jatuh di pangkuanmu, apel yang sudah matang tersebut juga menunggu untuk dipetik oleh tanganmu ketika apel itu masih bergelantungan di pohon.

Bahagia butuh usaha karena tidak ada yang peduli kebahagiaan kita kecuali dirimu sendiri. Terkadang orang tua pun bisa saja memberikan sesuatu yang mereka pikir itu kebahagiaan kita tetapi ternyata bukan. Semua orang berhak bahagia asalkan kebahagiaan itu tidak mengganggu dan merugikan orang lain. Usahakan kebahagiaanmu karena tidak ada yang akan peduli kamu bahagia atau tidak kecuali dirimu sendiri.

ice cream

Saya yakin semua orang berhak untuk merasa bahagia asal kebahagiaan itu tidak mengganggu orang lain dan merugikan kita sendiri ya. Standard bahagia seseorang berbeda beda tidak perlu mengeneralisasikannya dari segi pasangan hidup, karir, uang, ataupun prestasi. Menjadi bahagia itu sederhana dan jangan membebani orang lain dengan standard kebahagiaanmu yang berbeda. Jangan berekspektasi terlalu lebih kepada manusia, punya pengharapan sangat wajar tetapi jangan sampai membuat kita buta bahwa gunung merapi bisa meletus kapan saja dan orang terdekat pun bisa meninggalkan kita.  Keep positive attitude! Be happy and be real too !

 

Apel yang sudah matang di pohon tidak akan selalu jatuh di pangkuanmu, apel yang sudah matang tersebut juga menunggu untuk dipetik oleh tanganmu ketika apel itu masih bergelantungan di pohon.

 

NOTE

These are my thoughts, experiences, and my lessons that I get from my life. Pengalaman dan pemikiran orang berbeda beda, tidak perlu memaksakan pemikiranmu jika tidak sesuai. Saya hanya ingin mensharingkan apa yang sudah saya dapat, balik lagi pengalaman hidup setiap individu itu berbeda dan tidak bisa di generalisasikan.

Advertisements

4 thoughts on “Bahagia itu sederhana tetapi …

  1. Wahhh kak tulisan spt ini bisa masuk majalah lohhhh!! Bagus banget! Aku juga pd akhirnya sampe mikir mau sampe kapan brusaha senengin org lain, mending pikirin diri sndiri dulu, baru stlh kita bahagia, kita punya kapasitas buat bahagiain org lain.

    1. waaahhh @gracethen terima kasih..hehehe,,duh jd malu *hehehehe.. iya bener banget grace..kalo nyenengin orang terus kita malah capek sendiri dan lupa kalo sebenarnya yang paling utama kita harus bahagia dulu, baru bahagiain orang. Thanks sudah visit ke blogku 🙂

  2. Iya bahagia tiap org tu beda2, apa yg bikin A bahagia blm tentu bikin Si B bahagia. Yg penting bnyk2 syukur utk bahagia 🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s