Grow, Keep Growing!

Sebulan yang lalu tepatnya malam hari, saya sedang chat dengan seorang teman semasa kuliah yang masih bergelut di dunia per-arsitektur-an dan masih menikmati hal itu sampai sekarang. Saya memang masih menjaga hubungan dengan sahabat-sahabat terdekat saya khususnya sahabat SMA saya dan sahabat ketika saya kuliah.

Saya cerita banyak hal tentang kecemasan saya ketika masih bekerja di konsultan arsitek yang sering bergulat dengan revisi dan lembur-lembur. Saya tidak bilang saya tidak suka profesi ini tetapi profesi ini termasuk profesi yang punya tingkat stress yang tinggi. Teman saya ini juga cerita tentang kesulitan dia tetapi di balik itu kecintaan dia terhadap design dan ilmu yang ingin dia pelajari serta masih mencari kantor yang lebih baik untuk perkembangannya dirinya, membuatnya tetap mau maju di bidang ini. Profesi ini juga belum dihargai di masyarakat, mungkin karena masyarakat tidak tahu bagaimana proses dibalik design itu dan mamfaat design itu sendiri. Baru-baru ini saja mulai ada kesadaran akan design misalnya dari penataan kota, itu juga karena beberapa pemimpin sudah mulai sadar bahwa rancangan kota yang baik membantu kesejahteraan kota tersebut.

Ditengah-tengah curhatan saya, sempat terlontar ucapan ini, “duh, R (Inisial teman saya) bukannya kalo ga bertalenta-talenta amat dibidang ini juga sia-sia aja ya ke depannya”. Kemudian R membalas ucapan saya, “Tapi yang hanya modal talenta juga akan kalah sama yang berusaha keras mon, dan satu lagi kita harus ingat kerja, kerja dan kerja”. Lalu saya cuma menjawab “Iya sih”. Saya sempat berpikir masa iya sih yang bertalenta akan kalah sama yang tidak bertalenta banget tapi bekerja keras?

 

“Tapi yang hanya modal talenta juga akan kalah sama yang berusaha keras mon, dan satu lagi kita harus ingat kerja, kerja dan kerja”

 

Pertanyaan ini membawa saya ke masa ketika saya duduk di bangku SMA, saya bukan murid yang sering ranking atau yang masuk sepuluh besar di SMA saya, cuma saya anti banget dengan yang namanya mencontek karena saya rasa tidak akan ada ilmu yang nempel di otak saya kalo kerjaan saya hanya mencontek. Jika ingin setidaknya lulus ujian ya saya berusaha belajar, berusaha mengerti. Saya juga tidak memindset diri saya untuk harus rangking atau nilai sempurna di semua mata pelajaran, saya realistis, kesempurnaan hanya milik Tuhan ahhaahha. Sekali lagi saya hanya mengedepankan apa yang saya sebut mengerti dibanding sekedar nilai dan predikat. Saya juga ingat guru-guru bimbel saya di INT*N dulu selalu bilang mereka tidak mau meremehkan murid yang tidak pintar tapi rajin belajar dan tidak gampang menyerah, karena setiap tahun ketika ujian masuk perguruan tinggi, hal yang terjadi malah sebaliknya, murid yang rangking tinggi di Try Out malah tidak lulus, sedangkan yang rangkingnya biasa aja atau terlihat kayaknya tidak akan lulus justru malah lulus karena kerja keras murid tersebut, dan satu faktor lagi faktor keputusan Tuhan. Ternyata ada Tangan Sang Maha Kuasa yang membolak balik kan jalan manusia sehingga manusia tidak bisa menyombongkan diri.

 

Ternyata ada Tangan Sang Maha Kuasa yang membolak balik kan jalan manusia sehingga manusia tidak bisa menyombongkan diri.

 

Saya juga sempat berpikir kalo terus-terusan saya melihat orang yang bertalenta dan diatas saya terus, saya akan berpikir seperti ini “Yah, kan ada yang lebih bagus dari saya buat apa juga saya berusaha”, yang lebih bagus tidak akan pernah ada habisnya, yang lebih bagus dan lebih bagus lagi dari kamu akan banyak dan banyak lagi. Yang lebih jelek? lebih banyak lagi hehehhe. Tapi tenang, setelah di dunia alumni ga ada Ujian Nasional ataupun ujian-ujian yang lain hanya ada kamu mau berusaha apa tidak? kamu mau berkembang atau tidak? kamu mau maju apa tidak? Dan jalan setiap orang akan sangat berbeda.

 

“Yah, kan ada yang lebih bagus dari saya, buat apa juga saya berusaha”, yang lebih bagus tidak akan pernah ada habisnya, yang lebih bagus dan lebih bagus lagi dari kamu akan banyak dan banyak lagi. Yang lebih jelek? lebih banyak lagi hehehehe.

 

Saya sempat lho punya waktu dimana saya lihat orang lain sukses dengan begini, saya ikutin juga dan pada akhirnya saya sendiri yang kacau balau karena saya tidak bisa menemukan diri saya tuh siapa dan keunikan saya apa karena kerjaan saya hanya liat orang dan saya ikutin, dan sekali lagi belum tentu itu jalan yang ditakdirkan untuk saya.

Saya mengibaratkan diri saya sebagai buah Lemon, banyak macam buah di dunia ini tapi ada aja yang tidak suka lemon, ada saja yang tidak butuh lemon tapi ada yang justru sangat butuh buah lemon. Saya juga belajar tidak semua orang menghargai kerja saya, hasil karya saya, karena tidak semua dari mereka suka “Lemon” dan butuh “Lemon”. Saya juga tidak perlu memaksakan diri saya jadi “Strawberry” karena saya tidak akan pernah cukup bagi yang menyukai “Strawberry”, saya hanyalah “Lemon” tetapi pasti ada yang butuh saya.

 

Saya juga tidak perlu memaksakan diri saya jadi “Strawberry” karena saya tidak akan pernah cukup bagi yang menyukai “Strawberry”, saya hanyalah “Lemon” tetapi pasti ada yang butuh saya.

 

Pekerja yang baik apapun profesinya adalah pekerja yang terus berkembang bukan yang hanya hasilnya bagus. Berkembang disini dari segi attitude, dari segi dia melayani dengan jasa dan karyanya. Saya teringat waktu ke mall, saya dan teman saya lagi liat-liat brand make up yang sudah dikenal tetapi kami akhirnya tidak berniat membeli dan pergi karena mbak-mbaknya jutek dan ogah-ogahan melayani kami, siapa juga yang mood beli kalau tidak dilayani dengan baik. Saya lebih menghargai orang yang terus berkembang dan berkarya dari segi attitude dan cara melayani klien yang baik dibanding yang hanya berpikir apa yang dia buat wah dan bagus terus sudah sampai disitu saja tetapi pelayanannya ngasal. Sejak saya buka usaha dan punya klien sendiri, jujur melayani dengan baik itu susah, itu tidak gampang.

 

Saya lebih menghargai orang yang terus berkembang dan berkarya juga dari segi attitude dan cara melayani klien yang baik dibanding yang hanya berpikir apa yang dia buat wah dan bagus dan sudah sampai disitu saja tapi pelayanannya ngasal.

 

Kembali lagi ke chat saya dengan teman saya R. R sempat melamar ke sebuah kantor yang sangat bagus di luar negri tetapi belum dapat diterima. Tetapi R tidak berhenti sampai situ, dia terus berkembang dengan ikut sayembara ataupun project freelance. Saya justru sangat terinspirasi, iya ya kita tidak berhenti ketika orang lain lebih baik dari kita atau karena orang lain lebih bagus dari kita, karena tidak akan ada habisnya. Kita hanya bisa berusaha terus maju dan berkembang dengan apa yang kita punya dan apa yang ingin kita kejar, urusan diluar itu, performa orang lain lebih baik atau jalan Tuhan menyuratkan hal lain itu bukan urusan kita dan diluar otoritas kita.

 

Kita tidak berhenti ketika orang lain lebih baik dari kita atau karena orang lain lebih bagus dari kita, karena tidak akan ada habisnya. Kita hanya bisa berusaha terus maju dan berkembang dengan apa yang kita punya dan apa yang ingin kita kejar, urusan diluar itu, performa orang lain lebih baik atau jalan Tuhan menyuratkan hal lain itu bukan urusan kita dan diluar otoritas kita.

 

Selamat terus berkembang dan berkarya apapun itu bidangnya 🙂 !

 

11875476_1693171820916105_1301205364_n

image source : http://www.online-instagram.com/media/1074837680070040607_28574582

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s