About Knowing and Loving Yourself

Sebelum mau tidur, entah kenapa saya tiba-tiba pengen banget nulis. Mood untuk menulis memang kadang susah untuk dimunculkan tapi kalo udah muncul, rasanya pengen banget nulis kayak curhat ke orang, rasanya pengen banget curhat ke temen terdekat jika ada kejadian tertentu yang seru untuk di ceritakan.

Akhir-akhir ini saya jujur sangat berhati-hati untuk masalah yang sangat pribadi jika diceritakan ke orang karena ada beberapa kejadian yang membuat saya trauma terkait tentang hal ini yang terjadi di masa lalu. Saya juga jadi agak susah untuk percaya orang baru.

Blog ini sendiri bagi saya merupakan tempat mencurahkan isi hati dan juga tentang sharing banyak hal ke orang lain, tetapi sharing juga tetap pada tempatnya dan tetap melindungi privasi dari saya sendiri.

Saya ingin cerita tentang “mencintai diri sendiri”. Kenapa hal ini jadi penting bagi saya? Saya berpendapat mencintai diri sendiri adalah pekerjaan seumur hidup bukan hanya bagi saya tetapi bagi semua orang. Kita bisa on off untuk membangun relasi dengan pacar atau teman dekat tetapi kita tidak bisa on off  dalam membangun relasi dengan diri sendiri. Alasan lainnya mengapa ini penting karena di dalam hidup akan ada good day dimana semua orang menyenangi diri kita, kita berhasil dalam apa yang kita kerjakan, tetapi juga ada bad day dimana kita gagal, orang-orang menganggap rendah kita dan bahkan membanding-bandingkan kita.

Banyak yang bilang ketika bad day itu datang kita harus semangat lagi, harus positif lagi, harus tidak mendengarkan komentar buruk dari orang-orang. Saya tidak menyalahkan semua itu, semua itu nasehat yang baik tetapi susah. Ada yang bisa ketawa tanpa beban setelah mata kuliahnya tidak lulus? Ada yang bisa ketawa-ketawa aja setelah habis meeting dan dapat kritikan pedas tentang apa yang dikerjakan? Mungkin keliatannya aja ada yang tegar tetapi di dalam hati siapa yang tau. Manusia selalu merespon akan apa yang terjadi, dihina kita menjadi marah, dipuji kita menjadi senang dan sebagainya, bahkan alam bawah sadar kita menyerap respon lingkungan tanpa kita sadari.

Saya sangat memperhatikan “mencintai diri sendiri” ketika saya tersesat dengan masalah kecemasan berlebih dan berbagai masalah pribadi yang tidak saya share secara frontal di blog ini. Banyak “bad day” yang saya alami yang membuat orang-orang di sekitar saya berubah pandangan dan bahkan saya sendiri tanpa sadar menyalahkan dan berpandangan buruk terhadap diri sendiri.

Saya punya seorang teman dekat, namanya Grace, I adore this girl bukan hanya karena talenta dia dengan melukis tetapi dia selalu berusaha mengenali dirinya sendiri, dimana saya sendiri berkali kali gagal mengenali diri saya sendiri. Grace bisa tahu jika dia tidak suka dengan sesuatu, dia suka ini ini dan ini..kegiatan yang ini bukan dia banget. Sedangkan saya masih dalam masa kebingungan di dalam hidup dan saya yakin saya tidak sendiri karena yang lain juga dalam proses menemukan jalannya sendiri secara spesifik.

love yourself
love yourself

Your past bring you a clue, knowing yourself is an act of loving yourself

Saya yakin bahwa semua orang sangat berbeda secara spesifik, sehingga pendapat saya tentang sesuatu tidak akan sama dengan orang lain. Apa yang menarik bagi saya belum tentu menarik bagi orang lain dan begitu pula sebaliknya. Saya liat kembali apa yang saya suka, apa yang membuat saya tertarik, apa kegiatan yang saya sering banget lakukan di saat saya kecil, bahkan saya sempat melihat buku report taman kanak-kanak saya dibanding report waktu saya sd, smp dll.

Kalo ada yang bisa liat report TK, itu bukan tentang mata pelajaran dan nilai and that’s it. Report TK adalah rincian keterangan proses belajar anak ini menguasai apa, atau keterangan tentang apa yang anak ini kurang mengerti, misalnya anak ini tidak terlalu kurang bisa berpikir secara 3 dimensi. Saya suka menggambar, saya bisa menghabiskan waktu berimajinasi dan menggambar tetapi semenjak sd dan selanjutnya saya tidak melanjutkan kegiatan menggambar lagi karena sibuk belajar. Sekarang saya melanjutkan lagi kegiatan ini sebagai terapi pribadi, hobi pribadi ataupun jika ada pesanan gambar.

Saya juga mulai mengenali bahwa dari kecil saya gampang alergi makanan tertentu, gampang stress dengan kondisi kondisi tertentu dan sebagainya. Mengenal diri adalah bentuk mencintai diri kita, bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik bagi diri jika kita susah mengenali diri kita?. Mengenal diri pun pekerjaan seumur hidup karena kita bisa berubah sesuai dengan perjalanan hidup masing-masing.

Need an effort to love yourself and staying in love with yourself, make it as a habit.

Mencintai butuh usaha dan butuh usaha juga untuk tetap mencintai diri kita sendiri. Saya sendiri berusaha menjadikan hal tersebut menjadi kebiasaan. Saya merubah cara pandang saya dengan diri saya sendiri dan hal itu juga membuat saya merubah kebiasaan hidup serta cara saya memperlakukan diri sendiri.

Tubuh saya adalah bagian penting dari diri saya, tubuh saya hanya satu, dan itu harus dijaga. Usaha saya menjaga tubuh saya adalah bagian dari upaya saya mencintai diri saya. Saya mulai memperhatikan rambut saya yang rusak serta kering, saya mulai mencari perawatan yang cocok agar rambut saya sehat. Kulit saya sangat sensitif bahkan saya baru sadar kalo saya alergi dengan beberapa sabun, awalnya jika gatal di kulit saya lebih cenderung cuek dan kadang saja kasih bedak gatal dan selesai, sekarang saya lebih memperhatikan sabun yang saya beli dan perawatan wajah yang saya pakai.

Saya juga memperhatikan makanan apa yang saya makan, dan ini sulit karena saya sering tergoda dengan makanan yang tidak bergizi tetapi enak alljunkfoodisdelicious. Saya juga mulai memperhatikan apa yang keluar dari badan saya, lancarkah apa yang masuk dengan yang keluar dan itu penting karena jika yang keluar tidak lancar maka hal itu ada hubungannya dengan habit kita yang buruk dan apa yang kita makan/minum yang tidak sehat.

Pola tidur pun juga jadi perhatian saya dimana saya suka insomnia dan juga kadang saya harus lembur jika ada kerjaan yang mendadak. Kalo kata salah satu senior saya “Tuhan kasih 24 jam dalam satu hari pasti ada maksudnya kan.” Saya juga berpikir hal yang sama bahwa Tuhan menciptakan ada siang dan malam juga sebagai penanda kapan manusia bisa bekerja, kapan manusia harus berhenti bekerja dan beristirahat. Saya belajar gaya hidup yang sehat adalah upaya kita mencintai diri sendiri. Bahkan ketika saya berdandan dan memakai baju bagus pun itu adalah bentuk saya memberikan diri saya sendiri penampilan terbaik.

My thought and feeling are part of me too, I should more concern about them.

Pendapat saya, pemikiran saya, dan perasaan saya adalah hal penting bagi saya meskipun hal itu tidak penting bagi orang lain. Saya belajar bahwa menyadari hal ini adalah penting mengingat sangat susah meyakinkan diri saya tentang prinsip ini di lingkungan yang kadang tidak menganggap hal itu penting. Sayalah yang perlu menjaga dan mengemukakan pemikiran saya meskipun hal itu tidak disetujui oleh banyak orang, semua orang boleh berpendapat tetapi kembali lagi semua keputusan di dalam hidup kita adalah pure keputusan kita.

Perasaan bangga, bahagia dan bahkan perasaan sedih adalah hal-hal yang saya hargai. Saya terkadang risih dengan orang yang ketika orang lain sedang curhat tentang masalahnya, dia lebih cepat mengambil waktu untuk men-judge dan mengomentari dibandingkan menyediakan telinga dan hati untuk mendengarkan. Perasaan sedih juga penting, kalo ada yang sudah nonton film anak berjudul INSIDE OUT pasti lebih mengerti mengapa perasaan sedih pun penting. Tuhan punya maksud dalam setiap emosi dan perasaan kita, bahkan kesedihan pun membawa anugerahnya sendiri.

Saya selalu suka menanyakan pendapat orang lain tentang diri saya dan menanyakan pendapat mereka tentang keputusan saya. Itu baik, saya tidak bilang itu tidak baik tetapi alangkah lebih baik menanyakan ke diri sendiri apa yang baik untuk diri kita, karena pendapat orang akan sangat berbeda dan bervariasi, too many opinions will make you confused and sometimes blur your real decision. I stop to ask people and start to ask myself what I really want. Menghargai pemikiran dan perasaan saya adalah bentuk saya mencintai diri saya sendiri.

Bentuk saya mencintai diri sendiri juga dengan berhati-hati terhadap toxic friend atau toxic friendship. Berhak mendapatkan relasi yang sehat dengan orang-orang yang memberikan saya pengaruh positif itu juga salah satu bentuk saya mencintai dan menghargai diri saya. I rather be alone but hear my own voice and find myself than be with a lot of people but being not heard and losing myself.

Forgive yourself, learn from your mistakes and start to love yourself again

Terkadang kegagalan dan kejadian di masa lalu banyak membuat kita sering menyalahkan diri kita sendiri. Padahal belum tentu kegagalan itu sepenuhnya kesalahan kita dan salah tentu adalah hal yang manusiawi. Memaafkan diri sendiri jadi bagian dari apa yang saya sebut mencintai diri dan jujur hal ini masih jd bagian yang susah untuk saya lakukan. I often blame myself, and it’s hard to love myself again. Saya pun masih jatuh bangun dalam mencintai diri saya.

Knowing and Loving yourself is a long life journey, jadi pasti akan ada jatuh bangunnya. Don’t stop to love yourself, karena mencintai diri kita sendiri adalah dasar bagi kita juga untuk bisa mencintai orang lain dan tentunya relationship dengan diri sendiri adalah hubungan yang paling vital yang kita punya selama kita hidup :).

love yourself more
love yourself more
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s