A word called love

heavenly-forest-tada-kimi-wo-aishiteru.15730
image source : http://www.subscene.com

Ada yang pernah nonton film Jepang yang judulnya Heavenly Forest ? Biasanya saya ga hobi nonton film Jepang, tapi karena film ini direkomendasikan oleh senior yang satu kosan sama saya dan katanya bagus jadi saya tonton dan ternyata filmnya bagus, sejak itu jadi suka nonton film jepang yang lain.

Film ini bercerita tentang seorang gadis yang menderita penyakit langka, penyakit dimana dia ga boleh dewasa karena jika dia jadi dewasa maka penyakit itu bakal membuat dia meninggal (menurut filmnya ada semacam masalah hormon) jadi secara fisik si gadis ini terlihat seperti anak kecil. Si gadis ini akhirnya suka sama seorang pemuda, dan mereka jadi berteman dekat, tapi si pemuda ini suka dengan gadis lain di kampusnya yang cantik dan dewasa. Singkat cerita si gadis tetap berteman dengan si pemuda tersebut sampai akhirnya si gadis memutuskan untuk pergi ke Amerika.

Setelah si gadis pergi ke Amerika, pemuda tersebut baru merasa kehilangan. Sampai pada akhirnya setelah beberapa tahun setelahnya si pemuda datang ke Amerika untuk menghadiri pameran foto si gadis itu. Ternyata si gadis sudah jadi fotografer profesional, si pemuda baru tau jika ternyata si gadis sudah meninggal. Surat-surat yang ditulis si gadis itu ketika ia berada di Amerika sebenarnya di kirim secara berkala oleh teman si gadis. Ending filmnya sedih dan sempat bikin saya berkaca-kaca. Si pemuda tersebut baru sadar bahwa di pameran foto si gadis ada spot khusus berisi koleksi foto si pemuda itu dan juga foto ciuman mereka berdua karena si gadis pernah minta tolong untuk jadi figur di foto tema sepasang kekasih yang akan dikirim ke lomba foto.

6e46ce0a7a3550_full
image source : http://www.crunchyroll.com

Sejak itu film ini jadi film favorite saya hehehe, saya kagum dengan gadis yang kuat dan tulus mencintai si cowo, kalo ada yang seperti itu jaman sekarang mungkin banyak yang akan bilang it was stupid things untuk mencintai orang yang mencintai orang lain, well everything is stupid if you talk about falling in love I guess :). Gadis itu malah mendukung si pemuda ini ketika tahu bahwa si pemuda suka dengan gadis lain, saya sampe terharu melihatnya.

117
image source : http://bobbyhamdani.blogspot.co.id/2011/12/heavenly-forest.html

Saya belajar banyak dari film ini, belajar bahwa ketika mencintai, yang paling terpenting adalah kebahagiaan orang yang kita cintai kalo cuma kebahagiaan kita yang dipentingkan itu bukan cinta tapi mirip dengan menanam modal dan mencari untung sekalian jualan gih :p

Ketika kita mencintai seseorang dengan tulus, meskipun orang itu mencintai orang lain, hati kita pasti akan berbicara untuk melepaskan orang yang kita cintai agar orang itu bahagia dan menurut saya itu tidak mudah.

Kemudian yang saya renungkan lagi ternyata memang butuh keberanian untuk mencintai seseorang, sama seperti gadis itu, dia berani untuk mencintai si pemuda ini dengan resiko dia jadi dewasa dan akhirnya lebih cepat meninggal. Jatuh cinta memang indah, tetapi kalo berani jatuh cinta berarti berani juga untuk patah hati.

Senior saya pernah bilang ke saya gini,”suka sama orang itu anugerah lho”. Awalnya saya ga percaya jika itu anugerah, karena sering kali lebih banyak perasaan suka secara sepihak yang saya alami “bagaimana bisa itu dibilang anugerah?”, saya bertanya dalam hati dan akhirnya saya juga berpendapat bahwa bisa merasakan cinta itu anugerah.

Anugerah untuk proses pendewasaan secara pikiran, dan anugerah untuk bisa merasakan perasaan bahagia menyukai seseorang terlepas dari kenyataan cintanya bersambut atau tidak. Jika di flash back lagi, memang ada beberapa kenangan menyukai orang yang menyakitkan dan ada yang bikin trauma saya juga. Tetapi beberapa kenangan ada yang indah untuk diceritakan, dan mungkin saya akan tertawa ketika mengingatnya lagi.

Tetapi mau jatuh cinta atau patah hati atau mungkin sakit hati, hidup tetap berlanjut kan, matahari tidak pindah terbit dari barat, meskipun butuh waktu lama untuk memulai hari bahagia dengan versi yang lain. Semua itu bagian dari hidup, tanpa itu juga hidup kita bakal datar-datar aja. Saya sangat merekomendasikan film ini karena ceritanya bagus :).

“At least I know what love is.
Like clouds love the sky,
ocean loves sand, winter loves snow,
snow loves breeze, it’s all connected.
It’s called unconditional love. It’s in our heart.”
-Niki Yan-

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s